Belum Ada Aturan Spesifik Rusunawa di Atas Pasar

Big Banner

Jakarta-Setelah usulan pembangunan rumah susun sewa (rusunawa) di atas sungai Ciliwung ditolak oleh Kementerian Pekerjaan Umum, muncul usul pembangunan rusunawa di atas pasar.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyatakan belum menerima usulan baru tersebut dari Kementerian Perumahan Rakyat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai penggagas awal rusunawa dibangun di atas sungai Ciliwung.

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PU Budi Yuwono mengatakan, selama ini belum ada aturan spesifik mengenai ketentuan pembangunan rusunawa di atas pasar. “Bagi kami, silahkan menggunakan tanah milik DKI karena tanah merupakan kewenangan mereka. Yang penting pembangunannya mengikuti aturan tata ruang yang ada dan koefisien dasar,” kata Budi ketika dihubungi Tempo, Jumat 30 November 2012.

Menurut dia, Kementerian PU hanya memastikan bahwa pembangunan rusunawa mengikuti ketentuan Peraturan Menteri PU Nomor 05 tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Rusunawa. Dalam aturan itu, pembangunan rusunawa dibatasi maksimal terdiri atas 20 lantai.

Batas ketinggian lantai, lanjutnya, untuk mempertimbangkan kemampuan masyarakat agar bisa berkontribusi dalam operasional dan pemeliharaan rusunawa. “Secara umum tidak ada masalah kalau mau bangun rusunawa di atas pasar,” katanya.

Sebelumnya, Kementerian Perumahan Rakyat menyiapkan alternatif lain menyusul ditolaknya ide pembangunan rusunawa di atas sungai Ciliwung. Deputi Bidang Perumahan Formal Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) Pangihutan Marpaung mengatakan, pembangunan rusunawa bagi masyarakat di bantaran sungai Ciliwung akan dialihkan ke eks-kantor suku dinas teknis Pemprov DKI Jakarta yang berlokasi di dekat pasar Kampung Melayu, Jakarta Timur. Sudah tersedia lahan sekitar 7.000 meter persegi untuk pembangunan rusunawa 24 lantai.

Konsepnya, kata dia, sama dengan rencana pembangunan rusunawa di atas sungai Ciliwung dengan dua bagian. Di bagian bawah akan berfungsi sebagai tempat tempat berdagang dan di atasnya merupakan hunian berupa rusunawa.

Nantinya, selain dihuni oleh masyarakat bantaran sungai Ciliwung, rusunawa itu juga bisa dihuni oleh masyarakat pedagang pasar. Rusunawa yang akan dibangun ini deirencakan berukuran tipe 30 dan tipe 36. Rusunawa akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti ruang pertemuan, sarana sekolah, dan kesehatan. Namun, pemerintah tidak menyediakan tempat parkir kendaraan.

Pembangunan serupa juga akan dilakukan di Pasar Rumput. Di tempat ini sudah disediakan lahan seluas 1,6-1,7 hektare. Pangihutan menyebut lahan tersebut kini sudah menjadi milik Pemprov DKI Jakarta dari sebelumnya milik PD Pasar Jaya.

ROSALINA

properti.tempo.co

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me