Biznet Kembangkan Kawasan Industri TI di Cibubur

Big Banner
JAKARTA—123 News: Biznet  Networks akan mengembangkan kawasan industri TI (teknologi informasi) bernama Biznet Technovillage di Cibubur, Jawa Barat. Menggunakan lahan seluas 3 hektare, kawasan tersebut akan diisi sejumlah fasilitas. Antara lain gedung perkantoran sembilan lantai seluas 9.000 m2—terdiri dari dua blok, data center building untuk korporasi industri keuangan seluas 6.000 m2, layanan business center, dan danau buatan. “Investasi awal yang kami tanamkan di kisaran US$12 juta sampai US$15 juta, dan diperkirakan impas dalam waktu 10 tahun sampai 15 tahun,” kata Presiden Direktur Biznet Networks Adi Kusma di Jakarta belum lama ini.

Adi menjelaskan, pasar yang diincar data center building  tersebut adalah perusahaan sektor keuangan (perbankan, sekuritas, asuransi) yang membutuhkan sistem back up bagi sistem informasi/data yang dimiliki. “Untuk perusahaan yang berlokasi di pusat bisnis Jakarta, lokasi Biznet Technovillage sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia yang mengharuskan lokasi sistem back up berjarak minimal 30 km dari sistem utama,” kata dia.

Ia menambahkan, kehadiran gedung perkantoran di sana memudahkan perusahaan keuangan yang menyimpan sistem back up. Sebab, saat bencana ataupun gangguan lain menimpa lokasi sistem utama di Jakarta, karyawan mereka bisa langsung bertugas 24 jam di Biznet Technovillage untuk mengaktifkan sistem back up.

Selain perusahaan keuangan tersebut, ia menambahkan, ada beberapa segmen pasar yang diincar Biznet Technovillage. Itu adalah perusahaan broadcasting (di sana akan ada studio televisi digital) dan unit riset-pengembangan sebuah perusahaan.

Biznet Technovillage, Adi menambahkan, menggunakan konsep lanskap ramah lingkungan. Misal, di sana ada danau buatan dan roof garden yang bisa menurunkan suhu udara. Juga, bangunan di sana banyak yang menggunakan desain ventilasi terbuka/lebar. Dengan semua itu, otomatis penggunaan pendingin udara bisa dikurangi, konsumsi energi bisa dihemat.

Lingkungan di sana, Adi berkata, juga dirancang dikelilingi banyak pepohonan ataupun taman sehingga suasana sejuk lahir. Hal itu juga bertujuan memberikan kenyamanan bekerja ke orang-orang yang ada di sana.

Biznet Technovillage direncanakan mulai dikembangkan kira-kira awal tahun 2010. Adapun pembangunan kawasan tersebut ditargetkan selesai di akhir tahun 2010. “Nantinya, sebagian unit kerja Biznet Networks akan berpusat di Biznet Technovillage,” ujar Adi.

Sebelum Biznet Technovillage, sejumlah pihak swasta telah ataupun berencana membangun kawasan industri TI di Indonesia. Yang telah beroperasi adalah Bali Camp yang berlokasi di Pulau Bali, dan mengincar perusahaan pengembang perangkat lunak sebagai target pasar. Bali Camp dikembangkan oleh Sigma Group—kini telah diakuisisi oleh PT Telkom—dengan investasi awal senilai US$3 juta. Adapun rencana PT Cyber City Indonesia untuk membangun kawasan serupa di Kemayoran, Jakarta Pusat, sejauh ini masih terhenti; kawasan tersebut direncanakan dibangun dengan investasi senilai US$50 juta.   DHIT/FOTO: ISTIMEWA

rumah123.com