Harga Properti Residental di Thailand Terus Turun

Big Banner

JAKARTA—123 News: Harga properti residental di Thailand menurun lebih lanjut di tahun 2009. Hal itu disebabkan ketegangan politik di negara itu, juga karena resesi ekonomi global. Bank of Thailand menyebutkan bahwa di dua kuartal pertama tahun 2009, harga rumah di Thailand turun sebesar 3,7%. Situs internet www.globalpropertyguide.com menjelaskan semua hal tersebut belum lama ini.

Dijelaskan lagi, sejumlah kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah Thailand untuk menolong  pertumbuhan industri real estat belum membuahkan hasil. Mengutip hasil riset Knight Frank (sebuah lembaga konsultan properti), situs tersebut menjelaskan bahwa di tahun 2008, Pemerintah Thailand untuk menolong sektor tersebut mengeluarkan regulasi baru; tahun 2009, mereka mengeluarkan dua paket stimulus untuk tujuan serupa. Namun, konsumen properti masih bersikap waspada, pasar properti pun diperkirakan masih melemah.

Sebelumnya, sejak tahun 2000 sampai 2006, harga rumah tinggal di Thailand tumbuh rata-rata 4,8% per tahun. Saat itu pula, produk domestik bruto Thailand tumbuh rata-rata 5,1% per tahun.

Di tahun 2006, harga properti tersebut menurun sebesar 1,4%. Itu terkait krisis politik di negara tersebut. Kemudian, tahun 2007, harga properti tersebut turun sebesar 4,3%. Tahun 2008, dipicu oleh krisis politik yang terus berlanjut, harga tersebut menurun lagi sebesar 13,9%.

Krisis politik yang berlanjut, situs internet tersebut menjelaskan lagi, mengurangi minat beli konsumen properti residental di Thailand, khususnya konsumen dari negeri lain. Mengacu riset dari CBRE,  di Juni tahun 2009, minat beli dari konsumen luar negeri menurun sampai 90%.

Kemudian, di Juni tahun 2009 pula, harga rumah tinggal di Thailand telah menurun 34,2% di bawah harga puncak di tahun 1992.   DHIT/FOTO: BANGKOKRENTHOME.COM

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me