Penjualan Properti di Singapura Mulai Membaik

Big Banner
JAKARTA—123 News:  Aktivitas  penjualan properti untuk  investasi di Singapura mulai bergerak di kuartal kedua tahun 2009. Di sepanjang kuartal tersebut, total transaksi mencapai S$1,35 miliar; itu merupakan angka tertinggi sejak kuartal ketiga tahun 2008. Adapun pergerakan tersebut dilatari sejumlah hal: motif pembeli untuk mendapatkan keuntungan dari properti murah menyusul koreksi harga yang telah terjadi. Serta  akibat sentimen pasar yang membaik akibat dua hal: perkiraan bakal pulihnya kondisi ekonomi dan kenaikan indeks pasar modal. Asia PacificReal Estate Investment Market Bulletin 2009 terbaru keluaran Colliers International menjelaskan hal tersebut.

Dari total penjualan tersebut, sektor properti residental mengambil porsi terbesar (65,8%) dengan nilai penjualan S$887 juta. Kemudian, properti komersial dan industri mengambil porsi masing-masing S$311,63 juta (23,1%) dan S$52,08 juta (3,9%).

Dalam hal itu, bergeraknya kembali penjualan blok properti komersial menandai pemulihan pasar. Khususnya untuk penjualan gedung perkantoran. Penjualan tiga blok gedung perkantoran (Anson House, Parakou Building, dan VTB Building) mencatatkan nilai penjualan S$237,38 juta.

Kemudian, di kuartal kedua tahun 2009, untuk properti ritel (komersial), 37 unit ruang strata title di Kovan Center terjual ke Roxy-Pacific Holding Limited. Di situ, nilai transaksi tercatat sebesar S$22.20 juta atau S$540 per m2.

Market Bulletin tersebut menjelaskan lagi, ada cukup penanda bahwa aktivitas pengembangan properti di Singapura mulai muncul lagi. Itu untuk sektor publik ataupun swasta. Di sektor swasta, pembangunan  properti skala kecil senilai S$130,12 juta telah ditandatangani di kuartal kedua tahun 2009. Sementara, di kuartal pertama tahun yang sama, nilai tersebut hanya sebesar S$14,32 juta.

Colliers International memerkirakan bahwa ke depan, pengembang di Singapura masih waspada dalam mengembangkan lahan yang dipunyai. Mereka di situ lebih cenderung meminimalkan risiko dengan jalan mengembangkan properti dalam skala kecil sehingga modal yang diperlukan tak besar.

Kemudian, penjualan properti secara en bloc acquisition diperkirakan berlanjut dan menarik perhatian investor perorangan ataupun keluarga superkaya. Di situ, yang dicari adalah properti berharga di bawah S$150 juta. Sementara, investor institusi diperkirakan masih menunggu perbaikan kondisi pasar lebih lanjut. Mereka pun menunggu datangnya kesempatan berinvestasi yang lebih baik.  DHIT/FOTO: ISTIMEWA

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me