Pasar Properti di Hong Kong Mulai Pulih

Big Banner

JAKARTA—123 News: Pasar properti di Hong Kong menunjukkan beberapa tanda pemulihan di kuartal kedua tahun ini. Tingkat penjualan dan investasi properti mulai tumbuh di saat konsolidasi perekonomian ataupun kontraksi harga sewa properti terjadi. Asia Pacific Real Estate Investment Market Bulletin 2009 yang belum lama ini dipublikasikan Colliers International menjelaskan hal tersebut.

Dijelaskan lagi bahwa pertumbuhan itu antara lain disebabkan likuiditas yang mengalir ke pasar properti. Di Mei tahun 2009, suku bunga pinjaman antarbank turun 50 basis poin menjadi 0,37%; di Februari, suku bunga tersebut masih di angka 0,87%.

Pula, perbankan di Hong Kong lebih agresif dalam menawarkan pinjaman ke konsumen. Sekadar contoh, kredit pembelian properti ada di tingkat 1,0% per tahun—70 basis poin di atas tingkat bunga pinjaman antarbank. Dengan tingkat bunga  sebesar itu, yield sewa hunian premium naik 40-50 basis poin menjadi 2,5% per tahun di Mei tahun 2009.

Sementara, pasar berbagai jenis properti tumbuh seiring kiprah para investor yang mengantisipasi pemulihan ekonomi global. Dalam hal ini, para investor memanfaatkan momentum terkoreksinya harga untuk membeli properti berharga  murah. Itu bertujuan agar kelak mereka mendapatkan capital gain dari properti tersebut.

Walau investor institusi  masih hati-hati dan bersikap menunggu, pembeli  lokal dan investor swasta yang punya dana segar berlebih, terbilang  agresif memanfaatkan peluang di kuartal kedua tahun 2009—bahkan sebelum mereka melihat bukti nyata pemulihan ekonomi global.

Dalam hal itu, yang banyak ditransaksikan antara lain perkantoran strata-title, ruang ritel yang ada di lantai dasar pusat  belanja yang telah lama hidup, dan blok bangunan industri dengan kisaran harga HK$100 juta sampai HK$300 juta.

Ke depan, menurut Colliers International, tingkat penjualan properti di Hong Kong diharapkan terus tumbuh. Itu akan ditopang oleh tingkat likuiditas di pasar yang terus bertambah. Dan yang tak kalah penting, ditopang oleh harapan bahwa pemulihan ekonomi global akan terjadi sebelum tahun 2009 berakhir.

Terlepas dari itu, pasar sewa properti diperkirakan masih mendapatkan tekanan dalam jangka waktu pendek sampai para penyewa menetapkan  rencana bisnis baru.

Riset Colliers, ulas Market Bulletin tersebut, juga memprediksi bahwa yield dari investasi properti di Hong Kong masih tertekan. Dan yield sewa hunian premium diperkirakan turun 25 basis poin dalam 12 bulan ke depan.  DHIT/FOTO: GETTYIMAGES

 

 

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me