Pasar Hunian Global Mulai Pulih

Big Banner

JAKARTA—123 News: Pasar hunian  global mulai memerlihatkan tanda-tanda pemulihan. Tujuh negara kini ikut keluar  dari proses koreksi harga hunian. Walau begitu, perlu dicatat pula bahwa di kuartal pertama dan kedua  tahun 2009, negara yang mengalami proses koreksi tersebut  masih banyak. Sehingga, secara umum bisa disebut bahwa situasi pasar masih negatif sungguhpun ada tanda pemulihan. News letter dari Global Property Guide yang dikeluarkan belum lama ini menjelaskan hal-hal tersebut. 
 
News letter itu menjelaskan, di sejumlah negara, pemulihan mulai terjadi di akhir kuartal kedua tahun 2009. Sebelumnya, harga hunian di negara-negara tersebut terkoreksi sepanjang tahun 2008; negara-negara tersebut adalah Tiongkok, Portugal, Australia, New Zealand, Prancis, Swedia, dan Hong Kong. Sementara, sejumlah negara yang lebih dulu pulih sebelum kuartal kedua tahun 2009 adalah Indonesia, Norwegia, Swiss, dan Israel. 

Di Shanghai, Tiongkok, harga hunian naik 2,09% di akhir kuartal kedua tahun 2009. Pemulihan pasar hunian di Tiongkok—dan keseluruhan perekonomian negara tersebut–banyak ditopang oleh belanja pemerintah. Dengan kondisi tersebut, harga hunian di Tiongkok berkemungkinan terus membaik.

Di Portugal, harga hunian naik 1,01% di kuartal kedua tahun 2009. Sepanjang kuartal pertama dan kedua tahun 2009, harga tersebut hanya turun 0,43%: lebih kecil ketimbang penurunan di periode yang sama  tahun 2008 yang sebesar 7,24%. Permintaan terhadap jasa  konstruksi di Portugal tumbuh 12,3% di kuartal kedua tahun 2009.  

Untuk Australia dan New Zealand, di kuartal kedua tahun 2009, harga hunian tumbuh masing-masing 3,73% dan 2,21%. Lantas, di semua ibu kota negara bagiani Australia, harga hunian naik dengan kisaran 2%-5% di kuartal kedua tahun 2009. Walau begitu, di dua kuartal pertama tahun 2009, harga hunian di Australia masih turun 2,80%; untuk New Zealand, angka penurunan itu tercatat 3,07%.

News Letter itu menjelaskan pula bahwa di tahun 2009, jumlah negara yang masuk tahap  pemulihan, bertambah ketimbang di tahun 2008. Jika kuartal kedua tahun 2009 dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2008 (year on year),  jumlah negara yang masuk pemulihan mencapai sembilan. Lalu, bila kuartal pertama tahun 2009 dibandingkan year on year dengan kuartal pertama tahun 2008, negara yang masuk pemulihan hanya berjumlah enam.  

Di sisi lain, news letter itu menjelaskan lagi, harga hunian di sejumlah negara masih terkoreksi. Di Riga, ibu kota Latvia, harga standar apartemen terkoreksi 60,81% di semester pertama tahun 2009 (year on year). Untuk harga rumah tinggal, di kuartal kedua tahun 2009, harga terkoreksi 26,75%.

Di Dubai, Uni Emirat Arab, angka koreksi sebesar 49,9% terjadi di kuartal kedua tahun 2009. Walau begitu, kondisi tersebut membaik ketimbang koreksi di kuartal satu  yang sebesar 42%.

Selanjutnya, koreksi double digit secara year on year juga masih terjadi di Bulgaria, Singapura, Inggris Raya, Jepang, Denmark, dan Afrika Selatan. 

Global Property Guide, dalam news letter tersebut, menyimpulkan bahwa memang The International Monetary Fund (IMF) menyebut bahwa pemulihan ekonomi global telah dimulai. Tiga raksasa ekonomi (Jepang, Prancis, dan Jerman) telah keluar dari resesi. Perekonomian sejumlah kekuatan ekonomi baru di Asia juga mulai pulih–dengan dipimpin Tiongkok. Namun, apakah pemulihan itu sinambung, inilah yang masih jadi pertanyaan besar.  DHIT/FOTO: GETTYIMAGES

 

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me