SURVEI: Pasar Hunian Warga Asing Tetap Tumbuh

Big Banner

JAKARTA—123 News: Pasar properti hunian untuk warga asing di Jakarta (baik rumah tinggal dan apartemen) tetap tumbuh selama semester pertama tahun ini. Padahal, di awal tahun tersebut, diperkirakan bahwa pasar tersebut menurun akibat depresi perekonomian global. Di awal tahun, penurunan sempat terjadi, namun tren positif kemudian terlihat—walau pertumbuhan ini lebih rendah dibandingkan di waktu yang sama tahun 2008. Semua hal itu dijelaskan di Market Report August 2009 keluaran Colliers International Indonesia. 

Dijelaskan lagi, untuk segmen rumah tinggal, keseimbangan antara pasokan dengan permintaan menimbulkan kestabilan tarif sewa. Bahkan, di beberapa kawasan seperti Lebak Bulus, Kemang, Pondok Indah, dan Permata Hijau, rata-rata tarif sewa naik dari US$2.700/unit rumah/bulan ke US$4.100/unit rumah/bulan.

Pun, di kawasan yang hanya punya sedikit pasokan seperti Menteng dan Pondok Indah, rata-rata tarif sewa mencapai US$12.000/unit rumah/bulan. Penyebab hal itu, para pemilik rumah menyadari bahwa pasokan hanya sedikit sehingga tarif sewa bisa dinaikkan. Selain dua kawasan itu, Kebayoran Baru tercatat sebagai kawasan  yang mematok tarif sewa tinggi.

Tingkat transaksi di keseluruhan segmen rumah tinggal meningkat tajam dalam dua bulan terakhir semester pertama tahun ini. Sepanjang semester  tersebut, permintaan didominasi oleh keluarga asing dengan anggaran sekitar US$2.000 sampai US$4.000 per bulan. Terkait itu, yang menjadi favorit yakni lokasi yang dekat dengan sejumlah sekolah internasional seperti Pondok Indah, Cilandak, Cipete, dan Kemang.

Untuk seluruh lokasi, permintaan terutama didominasi oleh warga asing yang bekerja di sektor minyak dan gas. 

Market Report itu menjelaskan lagi, untuk segmen apartemen, kenaikan tarif sewa sepanjang semester pertama hanya tipis—terutama untuk apartemen yang membidik profesional asing kelas atas. Adapun apartemen yang membidik profesional asing kelas menengah, mendapatkan kestabilan tarif sewa.

Di sejumlah apartemen, permintaan dari warga asing terbilang tinggi; tingkat hunian di situ mencapai 71,3%.

Di The Plaza Residence, tarif sewa untuk apartemen dengan empat kamar tidur sebesar US$4.750-US$5.500 per bulan. Lantas, di sejumlah apartemen seperti Batavia, Pavillion Park, Permata Hijau, dan Puri Casablanca, tarif sewa apartemen tipe tersebut berkisar US$2.500-US$3.500 per bulan.

Soal kondisi ke depan, Colliers International Indonesia memerkirakan bahwa mencermati ekonomi Indonesia yang tumbuh positif, iklim bisnis akan terus tumbuh. Alhasil, dalam waktu yang tersisa di tahun ini, pasar properti hunian untuk warga asing di Jakarta bisa lebih baik lagi.

Mengacu riset dari Institute for Management Development (IMD, Swiss), Market Report tersebut menyatakan bahwa Indonesia lebih baik dalam mengatasi krisis ketimbang 57 negara lain yang disurvei. Menganalisis sejumlah indikator seperti proyeksi ekonomi, pemerintahan, serta bisnis-populasi, IMD menempatkan Indonesia di peringkat ke-26.  DHIT/FOTO: REIZ

 

 

 

rumah123.com