Unsur Hemat Energi Penting dalam Menata Cahaya

Big Banner
JAKARTA—123 News: Saat memilih lampu sekaligus menata cahaya, seorang pemilik hunian perlu juga memerhatikan unsur hemat energi. Sebisa mungkin, pemilik tersebut tak memilih lampu sebanyak-banyaknya dan seterang-terangnya sehingga mengurangi konsumsi energi. Dengan demikian, sedikit-banyak ia turut berperan mengurangi efek pemanasan global. Salah satu co-founder Indonesia Green Building Council, Dina Hartadi, mengatakan hal tersebut di Jakarta belum lama ini.

Dina mengatakan, dalam mendesain hunian dan tata cahaya, pemilik hunian lebih baik menyiasati agar di siang hari, lampu sebisa mungkin tak perlu dinyalakan. Hanya dinyalakan saat sinar matahari sudah tak ada. “Rumah yang sehat yakni rumah yang memunyai cukup bukaan cahaya-udara sehingga konsumsi listrik bisa dikurangi,” ujar pengurus teras Himpunan Desainer Interior Indonesia DKI Jakarta itu.

Lantas, tentang pemilihan lampu, ia menyarankan pemilik hunian untuk menggunakan lampu hemat energi yang kini banyak tersedia di pasar. Kini, lampu hemat energi 9 watt yang terangnya setara lampu bohlam 45 watt, banyak tersedia di pasar. “Selain itu, untuk keindahan tata cahaya hunian, ada lampu hemat energi yang berwarna sinar putih kekuningan ‘kan. Tak melulu berwarna sinar putih.” DHIT/FOTO: REIZ

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me