KNIGHT FRANK: Pasar Perkantoran Asia Pasifik Masih Positif

Big Banner
Jakarta – 123 News: Dampak krisis finansial global yang melanda dunia akhir tahun 2008 lalu, masih menyisakan dampak negatif di sektor properti dunia. Menurut Knight Frank, perusahaan konsultan properti internasional, harga sewa gedung perkantoran di dunia turun rata-rata sebesar 4,25% pada tahun 2008.

Pasar perkantoran Eropa terkena imbas terbesar akibat krisis global. Di beberapa kota besar, harga sewa rata-rata turun 12% sementara harga jual 35%. Selain itu, pertumbuhan negatif juga tercatat di hampir 2/3 kota-kota besar Eropa. “Hal ini terjadi akibat perampingan pegawai secara besar-besaran dan berkurangnya kebutuhan akan ruang sewa dari perusahaan atau korporasi, terutama bagi perusahaan-perusahaan yang bergelut di bidang keuangan,” kata Fakky Ismail Hidayat, Kepala Divisi Konsultansi dan Riset Knight Frank Indonesia, menjelaskan. “Pasar perkantoran di beberapa negara Eropa diperkirakan akan terus mengalami penurunan harga sewa dan jual pada tahun 2009, terutama di dua kota yang mengalami penurunan terbesar pada tahun 2008: London dan Moscow.

Di Amerika Serikat, hanya terjadi penurunan harga sewa marginal. Kota New York dan San Fransisco yang juga dikenal sebagai pusat finansial di Amerika dan dunia mengalami penurunan harga sewa cukup signifikan jika dibandingkan dengan kota-kota besar lain di Amerika Serikat. 

Hal yang bertolak belakang, terjadi di pasar perkantoran di Asia Pacific masih menunjukkan pertumbuhan positif selama tahun 2008. Kecuali beberapa negara yang memiliki tingkat ketergantungan tinggi dengan sistem keuangan global, seperti Singapura dan Hongkong, yang mengalami penurunan harga yang signifikan hingga 40%, jika dibandingkan bulan Februari 2008.

Survei tahunan Knight Frank menyebutkan, pasar perkantoran di seluruh dunia pada tahun 2009 diperkirakan akan mengalami tekanan harga sewa dan penurunan tingkat hunian akibat dari perlambatan ekonomi. Namun besarnya penurunan tergantung dari kondisi penawaran, permintaan serta karakteristik dari kekuatan industri atau jasa yang menjadi penggerak ekonomi di masing-masing negara tersebut.

Pasar gedung perkantoran premium grade A di Jakarta sendiri hingga kuartal pertama tahun 2009 mencatat pertumbuhan harga sewa sebesar 0,56% dalam USD atau 6,9% dalam Rupiah jika dibandingkan dengan akhir periode 2008. Selama kuartal pertama tahun 2009, net take up untuk seluruh kategori perkantoran di pusat bisnis Jakarta tercatat sebesar 40,774 m2. Tingkat hunian rata-rata untuk seluruh gedung perkantoran di CBD Jakarta pada kuartal pertama 2009 turun menjadi 87,6%. Penurunan ini terjadi akibat besarnya pasokan baru pada gedung perkantoran grade A.

ANTO ERAWAN

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me