Agen Properti AS Serbu Pasar Indonesia

Big Banner

JAKARTA-Perusahaan real estate terbesar kedua di Amerika Serikat, Keller Williams Realty, mengumumkan ekspansinya ke Indonesia. Tahun ini, perusahaan yang berdiri sejak 1983 itu juga masuk ke pasar Afrika Selatan dan Vietnam.

“Kami melihat prospek bisnis yang sangat cerah di Indonesia dan itu bisa membantu para agen kami untuk mencetak uang,” kata Chris Heller, President Keller Williams Worlwide dalam jumpa pers di Hotel Intercontinental, Setiabudi, Jakarta, Kamis 6 Desember 2012.

Terpilih sebagai pemimpin Keller Williams Indonesia yaitu Tony Eddy yang juga merupakan ketua Indonesian Association of Real Estate Brokers (AREBI) cabang Bali dan juga President Director Tony Eddy & Associates (TEA), sebuah perusahaan project marketing consultant yang berfokus di properti Jakarta dan Bali.

Saat ini Keller Williams telah memiliki 80 ribu agen dan lebih dari 700 kantor yang tersebar di Amerika Serikat dan Kanada. “Dalam lima tahun, kami menargetkan 3 ribu agen bergabung bersama kami,” kata Tony. Dalam tahap awal, Tony menyatakan sudah ada 11 gedung apartemen dan perkantoran di Jakarta dan Bali yang masuk dalam proyek Keller Williams Indonesia.

Tony menyatakan, para agen properti biasa mendapat komisi antara 3 sampai 5 persen dari harga properti yang dijualnya. Jumlah tersebut kemudian dibagi lagi dengan perusahaan properti tempatnya bernaung. Keller Williams menetapkan prosentase 60 persen untuk agen dan 40 persen untuk kantor.

Target pasar yang diburu adalah warga kelas menengah atas. Maklum, properti yang mereka jual adalah yang berharga Rp 1 miliar hingga Rp 5 miliar untuk kategori rumah dan apartemen untuk hunian, dan yang berharga di atas Rp 5 miliar untuk kategori rumah mewah. “Selain itu kami juga menangani penjualan properti untuk hotel dan perkantoran,” kata Tony.

Keller Williams memulai ekspansi internasionalnya pada 2010 dengan menggandeng rekanan di Vietnam. Perusahaan ini berencana terus melakukan ekspansi internasional dengan menargetkan 50,000 rekanan baru dari seluruh dunia dalam 10 tahun ke depan. “Kami gembira untuk melihat bagaimana kami berhasil dalam pasar (properti) Indonesia dengan dukungan dari rekan-rekan Keller Williams,” ungkap Tony Eddy.

Tony Eddy juga merupakan anggota dari National Association of Realtors (NAR) dan anggota pertama dan satu-satunya Certified International Property Specialist(CIPS – USA) yang berdomisili di Indonesia.

Bisnis properti Indonesia memang sedang moncer. Colliers International Indonesia mencatat, kenaikan harga apartemen hingga kuartal ketiga tahun ini di Jakarta mencapai 10,4 persen.

Associate Director Research Colliers International Indonesia, Fery Salanto menyebut, saat ini harga rata-rata apartemen di kawasan CBD adalah Rp 28,8 juta per meter persegi. Di Jakarta Selatan harganya Rp 19,43 juta per meter persegi, sementara di luar kedua kawasan itu harganya ada di kisaran Rp 15,23 juta per meter persegi.

PINGIT ARIA

properti.tempo.co

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me