Kementerian Agraria dan Tata Ruang Terbentuk, Pengembang Harus Tunduk

Big Banner

Pembentukan Kementerian Agraria dan Tata Ruang oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai merupakan langkah yang tepat. Hal ini dikemukakan oleh Ketua Umum Ikatan Ahli Perencana Indonesia, Bernardus Djonoputro.

“Dengan adanya Kementerian Agraria dan Tata Ruang, akan mengubah perencanaan yang selama ini berdasarkan discretionary system menjadi regulatory system. Semua pengembang harus tunduk dan mengikuti rencana tata ruang yang ada,” ujar Bernardus seperti informasi yang dirangkum oleh sumber Rumahku.com , Senin (27/10). 

Bernardus mengharapkan rencana tata ruang harus diterapkan dengan konsisten, termasuk masalah insentif dan disinsentif serta aturan hukum terhadap pelanggaran-pelanggaran pada sektor tata ruang ini. Mengingat semua aturan sudah tercantum dalam UU Nomor 26/2007, Bernardus mengatakan, kementerian baru hanya perlu melaksanakan dan mengendalikannya dengan baik.

“Saya harap Pak Ferry Musyidan Baldan sebagai politisi yang banyak berhubungan dengan isu pertanahan selama di DPR harus segera melakukan konsolidasi bidang tata ruang. Saat ini urusan tata ruang, selain di Ditjen Penataan Ruang PU, juga tersebar di 8 direktoral jenderal dan direktorat. Mahzab perencanaan tata ruang yang dimulai sejak akhir 1960-an, kini harusnya mencapai puncak relevansinya sebagai panglima,” tambahnya. 

 

 

 

Rumahku adalah media properti online yang memberikan informasi tentang jual beli dan sewa properti seperti rumah dijualsewa apartemen atau sewa rumah dan tanah dijual. Cari dan pasang iklan rumah Anda sekarang juga, GRATIS di Rumahku.com!

 

rumahku.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me