PP Properti Genjot Proyek Baru Di Lima Kota

Big Banner

SolusiProperti.com – Perusahaan pelat merah, PT PP (Persero) Tbk bersiap mencetak lompatan-lompatan baru.  

Tahun depan, anak usahanya yang bergerak di sektor properti, PT PP Properti menargetkan pertumbuhan kontribusi sebesar 30 persen melalui ekspansi proyek baru di lima kota.

 

Kepala Divisi Pemasaran PT PP (Persero) Tbk., Bambang Rianto, mengungkapkan rencana strategis perseroan kepada Kompas.com, Sabtu (18/10/2014). 

 

“Tahun depan, kami akan menggenjot pengembangan bisnis anak usaha, PT PP Properti, melalui ekspansi proyek baru di lima kota. Tahun 2014, kontribusi terhadap induk masih sekitar 10 persen sampai 15 persen,” ujar Bambang.

 

Pengembangan proyek baru tersebut, kata Bambang, berupa properti komersial high rise, yakni hotel, apartemen, perkantoran, dan properti multifungsi (mixed use development). 

 

PT PP Properti mulai mempersiapkan proyek multifungsi di Solo, perkantoran sewa di Kuningan, Jakarta Selatan, Payon Amartha Semarang, Gunung Putri Square Bogor, apartemen di Bandung (belum bernama), dan Park Hotel Bengkulu. Khusus proyek multifungsi di Solo akan dikembangkan melalui mekanisme kemitraan strategis dengan sesama BUMN lainnya.

 

“Dengan persiapan dan penjualan proyek-proyek baru tersebut, kami mengharapkan kontribusi PT PP Properti semakin signifikan terhadap perseroan. Kami yakin target itu tercapai, mengingat bisnis dan industri properti saat ini sedang mengalami ledakan luar biasa,” terang Bambang. 

 

Selain menggenjot pengembangan proyek baru, PT PP Properti juga membuka opsi kemitraan strategis yang efektif dengan pengembang swasta lainnya. “Tidak hanya dengan pengembang sesama BUMN sebagaimana yang tengah dirintis untuk proyek di Solo, melainkan juga private developer,” jelasnya.

 

Adapun target order book  induk usaha tahun ini senilai Rp 21 triliun. Hingga September 2014, yang baru terealisasi sebanyak Rp 12 triliun. Sementara target tahun depan tumbuh sekitar 20 persen.

 

“Meski 2014 tinggal 3 bulan lagi, kami tetap optimistis target dapat tercapai. Mengingat order book  dengan nilai terbesar justru terjadi di kuartal terakhir tahun ini,” tandas Bambang.