Pengembang Malaysia Ekspansi ke Eropa

Big Banner

KOMPAS.com – Setelah Tiongkok, giliran pengembang Malaysia yang melakukan ekspansi bisnis ke Eropa, tepatnya London, Inggris. Mereka mengembangkan proyek Battersea Power Station (BPS).

BPS merupakan megaproyek multifungsi yang menggabungkan properti hunian, hotel, sara rekreasi, dan lain-lain. Saat ini, pemasarannya sudah mencapai tahap ketiga.

Ketua Battersea Project Holding Co LTd (BPHC) Tan Sri Liew Kee Sin mengatakan bahwa peluncuran global BPS fase ketiga dapat menutup kerugian biaya tanah sebesar 400 juta pondsterling atau setara Rp 7,7 triliun.

Fase 3A akan secara resmi diluncurkan antara pada 2 November mendatang sementara 3B diluncurkan setelahnya. Bersama-sama, mereka mengumpulkan dana proyek sebesar 2 miliar pondsterling (Rp 38,6 triliun) untuk membangun 1.200 unit apartemen dan ruang komersial.

Sementara fase pertama melibatkan paket pembiayaan sebesar 790 juta pondsterling (Rp 15,2 triliun).

“Peluncuran serentak fase ketiga di 13 kota di 11 negara selama tiga hari akan mengembangkan merek Battersea,” kata Liew seperti seperti dikutip The Star.

Keseluruhan fase akan selesai bertepatan dengan pembukaan stasiun bawah tanah Nine Elms pada 2019.

Sementara itu, bank yang terlibat dalam peluncuran ini adalah CIMB Group, Maybank, Standard Chartered, Oversea-Chinese Banking Corp dan beberapa bank internasional lainnya.

Peluang emas 

Sebelumnya, Liew mengatakan bahwa harga tanah BPS adalah yang paling rendah dari seluruh tanah yang pernah ia kerjakan selama lebih dari 20 tahun sebagai pengembang. Ada kemungkinan nilai proyek di BPS akan meningkat sampai 10 miliar pondsterling (Rp 193 triliun).

“Proyek regenerasi di London adalah peluang emas bagi Malaysia,” kata dia seraya menambahkan, perusahaannya membeli tanah tersebut pada 2012. Sebelumnya, tanah ini adalah milik perusahaan properti asal Irlandia.

“Pengeluaran 3 juta pondsterling (Rp 58 miliar) sampai 15 juta pondsterling (Rp 290 miliar) untuk merek BPS sendiri memang bukan hal remeh, tetapi hasil dan efeknya akan lebih besar,” kata Liew.

Dia menuturkan, BPS berbeda dengan proyek lainnya. Liew ingin mengalihkan fokus dari Chelsea (salah satu lokasi kelas atas di London) ke BPS yang dapat dijangkau selama 20 menit dengan berjalan kaki, melitasi Jembatan Chelsea.

Peluncuran ini, tambah Liew, bukan hanya tentang menawarkan ratusan unit apartemen, tetapi juga untuk menarik perhatian peritel-peritel internasional untuk ruang komersialnya. Karena, BPS menyediakan lebih dari 250 ruang ritel dan kedai makanan dan minuman, tiga hotel, dan 1,62 juta kaki persegi ruang kantor.

“Ini adalah tentang menciptakan sebuah komunitas baru di selatan Sungai Thames,” jelas Liew.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me