Pengusaha Makassar Minta Subsidi Program Rumah Murah

Big Banner

MAKASSAR –Pengusaha yang tergabung di Real Estate Indonesia (REI) meminta pemerintah memberikan subsidi pembangunan rumah murah. Selama ini subsidi bunga diberikan kepada debitur KPR berpenghasilan Rp3,5 juta ke bawah.

“Kalau mau jujur program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tidak menguntungkan pengusaha,” kata Ketua Badan Pertimbangan Organisasi REI Sulsel, Jamaluddin Djafar, Selasa (11/12).

Permintaan ini mengingat harga rumah bersubsidi FLPP, Jamaluddin mengatakan, hanya dijual seharga mulai Rp88 juta per unit untuk tipe 36 dengan bunga KPR 7,25 persen. Sementara harga lahan dan material pendukung produksi terus mengalami kenaikan.

Jika pemerintah tidak memberikan subsidi bunga kredit konstruksi, menurutnya, pengembang mengeluarkan tambahan investasi 15 – 20 persen untuk per unit rumah murah. Selama ini program FLPP lebih menguntungkan debitur dalam membayar angsuran rumah dengan mendapatkan potongan bunga lebih ringan.

“Meski infrastruktur pendukung dibangun, harga tetap merugikan pengembang. Harga lahan terus mengalami kenaikan, begitu juga material pendukung,” jelas Jamaluddin.

Jamaluddin, Ketua Makassar Property Club mengharapkan pemerintah berlaku adil dengan juga ebrpihak kepada pengusaha. Jika berjalan bersamaan, menurut dia, program rumah FLPP bisa terwujud dalam waktu singkat.

“Jika sulit diwujudkan maka sebaiknya pemerintah mengijinkan pengusaha membangun rumah murah tipe 27. Ini masih tetap layak untuk dihuni,” ucap Jamaluddin.

Ketua DPD Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Sulsel, Irianto mengakui, pengusaha berat menjalankan program FLPP. Mengingat tidak ada keberpihakan pemerintah pusat kepda pengusaha. Seharusnya pemerintah pusat melalui daerah mengeluarkan aturan yang berpihak pengusaha.

Misalnya menyiapkan sarana prasarana umum, drainase, air bersih, dan listrik. Sejauh ini semua itu dibebankan kepada pengusaha untuk dilengkapi. Pemerintah juga diminta memberikan izin khusus soal pengurusan IMB.

“Ini untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah memiliki ruah yang layak, tapi tetap menguntungkan pengusaha,” kata Irianto.

SULFAEDAR PAY

properti.tempo.co

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me