Harga Lahan Di Cempaka Putih Meroket Tinggi

Big Banner

SolusiProperti.com – Pesatnya pembangunan properti dan lonjakan harga lahan di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, berimbas ke kawasan Cempaka Putih. Harga lahan di kawasan ini meroket menjadi Rp 20 juta per meter persegi.

 
 
Sebelumnya, harga lahan di Cempaka Putih hanya menembus angka Rp 12 juta per meter persegi. Itu terjadi pada 2011-2012 lalu, tergantung lokasi dan kedekatan dengan fasilitas dan akses. 
 
Demikian Marketing Executiv Ray White Pulomas, Edward Malau, terkait lonjakan harga lahan dan hunian di Cempaka Putih, Sabtu (30/8/2014). Menurut Edward, meski mengalami pertumbuhan tajam, harga lahan tersebut bervariasi. Harga tertinggi menyentuh Rp 20 juta per meter persegi di area jalur utama atau Jl Cempaka Putih Raya. Namun, di jalur-jalur dan area dalam, seperti Jl Cempaka Putih Tengah, Cempaka Putih Utara, atau Cempaka Putih Barat sekitar Rp 10 juta hingga Rp 15 juta per meter persegi. 
 
“Lonjakan harga terjadi, ketika harga lahan di Kelapa Gading sudah sangat tinggi sehingga pertumbuhannya stagnan. Ini memicu investor dan peminat properti beralih ke kawasan lainnya yang menawarkan harga lebih rendah, seperti Pulomas dan Cempaka Putih,” kata Edward.
 
Sementara untuk hunian, Edward mengatakan, luas bangunan 60 meter dan tanah 100 meter dibanderol seharga Rp 1,4 miliar. Patokan harga lebih tinggi dikenakan untuk rumah seluas 300/500 yang bisa mencapai angka Rp 8,5 miliar per unit. 
 
“Cempaka Putih mulai diminati pasar kurun 2010 lalu. Meski masih punya kendala, yakni banjir, namun tidak separah Kelapa Gading. Lagipula Cempaka Putih dan juga Pulomas masuk daftar area elite di kawasan timur Jakarta,” ujarnya. 
 
Ke depan, lanjut dia, jika semua fasilitas komersial di sekitar kawasan Cempaka Putih terbangun, harga lahan dan properti diperkirakan akan lebih melesat lagi. Pertumbuhannya paling tidak mencapai 15 persen.
 
 
 
Suber: Kompas.com

solusiproperti.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me