Mengenal Lebih Dekat KPR Syariah

Big Banner

SolusiProperti.com – Ketika pembeli rumah dengan jasa KPR konvensional mengalami kesulitan memenuhi syarat minimum uang muka sebesar 30% dari harga rumah, orang mulai ramai membicarakan KPR Syariah. Apakah KPR Syariah itu dan bagaimana perbedaannya dengan KPR konvensional yang dikenal konsumen perumahan selama ini?

Menurut Syamsul Nahar dari Bank Syariah Bukopin, perbedaan pokok antara KPR konvensional dengan syariah terletak pada akadnya. Pada bank konvensional, kontrak KPR didasarkan pada suku bunga tertentu yang sifatnya bisa fluktuatif, sedangkan KPR Syariah bisa dilakukan dengan beberapa pilihan akad alternatif sesuai dengan kebutuhan nasabah, di antaranya KPR iB jual-beli (skema murabahah), KPR iB sewa (skema ijarah), KPR iB sewa-beli (skema ijarah muntahia bittamlik-IMBT), dan KPR iB kepemilikan bertahap (musyarakah mutanaqisah). Namun yang banyak ditawarkan oleh bank syariah adalah skema jual beli (skema murabahah).

Skema jual beli murabahah adalah jual-beli antara bank dan nasabah, di mana pihak bank syariah akan membeli rumah yang diinginkan nasabah sebesar harga rumah tersebut, kemudian menjualnya kepada nasabah dengan harga yang telah ditambah dengan margin keuntungan yang disepakati antara bank syariah dan nasabah. Harga jual rumah ditetapkan di awal ketika nasabah menandatangani perjanjian pembiayaan jual beli rumah, dengan angsuran tetap hingga jatuh tempo pembiayaan.

Misalnya, harga beli rumah sebesar Rp100 juta. Untuk jangka waktu lima tahun, bank syariah misalnya mengambil keuntungan atau margin sebesar Rp35 juta (setara tujuh persen flat pertahun). Maka harga jual rumah kepada nasabah untuk masa angsuran lima tahun adalah sebesar Rp135 juta. Angsuran yang harus dibayar nasabah setiap bulan adalah Rp135 juta dibagi 60 bulan = Rp2,25 juta.

Untuk semua jenis KPR iB (Islamic Bank) tersebut, nasabah juga diuntungkan ketika ingin melunasi angsuran sebelum masa kontrak berakhir, karena bank syariah tidak akan mengenakan pinalti. Bank syariah tidak memberlakukan sistem pinalti karena harga KPR sudah ditetapkan sejak awal. Dengan demikian, faktor penting yang dapat dijadikan petimbangan untuk memilih KPR bank syariah adalah masalah margin tetap dan kepastian nilai angsuran selama masa pembiayaan. [mal]

solusiproperti.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me