Penjualan Rumah Bekas di Makassar Meningkat 40 Persen Tahun Ini

Big Banner

MAKASSAR — Penjualan Rumah bekas di Kota Makassar pada tahun 2012 ini mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut bahkan mencapai angka 40 persen. Direktur Penyalur Rumah-rumah bekas Ray White Makassar, Arifin Tjandra mengatakan kenaikan tersebut salah satunya disebabkan oleh nilai suku bunga Bank yang cukup rendah. “Hal tersebut dimanfaatkan masyarakat yang ingin berinvestasi dengan membeli rumah-rumah bekas siap huni,” ujarnya saat dihubungi Rabu (19/12).

Menurut Arifin, yang menjadi alasan masyarakat memilih rumah bekas adalah karena kondisinya yang dinilai telah siap untuk dihuni. “Rata-rata pertimbangannya karena sudah ada listrik dan air makanya tidak perlu repot-repot lagi untuk mengurus listrik dan air,” lanjut Arifin.

Menurutnya saat ini masyarakat tidak perlu ragu untuk berinvestasi melalui pembelian rumah, karena harga properti setiap tahunnya selalu naik dan nilai investasinya sangat menjanjikan.

Selain itu kondisi ekonomi di Sulawesi Selatan khususnya di kota Makassar yang dinilai cukup bagus menurut Arifin juga menjadi faktor naiknya penjualan Rumah bekas pada tahun ini. “Ekonomi saat ini sedang bagus-bagusnya, daya beli masyarakat juga semakin baik, maka dari itu sebaiknya masyarakat memanfaatkan peluang tersebut untuk investasi, khususnya di bidang properti,” ucap Arifin.

Sementara itu Ketua Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Sulawesi Selatan, Irianto Ahmad mengatakan pihaknya belum melihat ada peningkatan signifikan dari jumlah penjualan rumah baru pada tahun ini. Hal tersebut dikarenakan kendala yang dialami oleh pengembang utamanya dalam pengembang perumahan tapak sejahtera dalam hal produksi.

Dari target 10.000 rumah yang akan dibangun oleh Apersi pada tahun ini dikatakan Irianto kemungkinan tidak mencapai target. Selain itu Faktor fasilitas liquiditas yang disiapkan oleh pihak Bank juga dinilai kurang. Ditambah dengan aturan Bank Indonesia mengenai yang mengatur besaran Don Payment mencapai 30 persen yang dinilai memberatkan masyarakat.

“Oleh karena itu kami berharap pemerintah bisa memberikan subsidi utamanya untuk sarana dan prasarana seperti jalan, drainase dan air bersih untuk lebih memudahkan pengembang utamanya pengembang perumahan tapak sejahtera,” ujarnya.

Selain itu Irianto berharap pemerintah bersedia mengkaji ulang mengenai aturan DP tersebut agar bisa memudahkan masyarakat dalam memperoleh rumah. “Saat ini yang bisa kami lakukan dari Apersi adalah memberikan kelonggaran kepada pembeli rumah untuk bisa membayar hingga beberapa kali sebelum akad kredit,” katanya.

HIMAS PUSPITO PUTRA

properti.tempo.co