Agar Rumah “Berdamai” dengan Panas

Big Banner

KOMPAS.com – Salah satu kategori rumah nyaman adalah udara di dalamnya tidak terasa panas. Bagaimana mewujudkan rumah nyaman seperti ini tanpa menggunakan penyejuk udara secara maksimal?

Upaya menghindari rasa panas di dalam rumah dapat ditempuh, antara lain dengan membuat sistem pengudaraan yang baik dan terencana. Dengan sistem seperti ini, udara segar akan senantiasa mengisi setiap bagian rumah.

Membuat sistem pengudaraan yang baik, tentunya tidak bisa dilakukan jika kita asal-asalan mendesain rumah. Menurut Ren Katili, arsitek dari Arsitektropis, kunci mendesain rumah dengan pertukaran udara yang baik dapat dilakukan dengan merespon iklim tropis Indonesia. Dengan merespon iklim, kita dapat menerapkan desain yang dapat membuat udara masuk ke rumah tanpa halangan, sementara matahari sebagai sumber panas dapat terhalangi masuknya.

Ren mengungkapkan, setidaknya ada 4 konsep penting yang harus dipatuhi untuk membuat desain rumah yang berdamai dengan iklim tropis, yaitu layout, spacing, opening, dan room organizing. Jika keempat konsep ini saja bisa diaplikasikan di rumah, maka rumah akan terasa sangat nyaman karena memiliki sistem pengudaraan sangat baik, sekalipun kita tidak menggunakan alat pendingin udara.

Layout

Yang dimaksud dengan layout adalah penataan ruang atau sering disebut juga dengan denah. Untuk Indonesia, iklim tropis dapat direspon dengan membangun rumah mengikuti bentuk layout rumah.

Layout akan menentukan seberapa besar energi yang akan digunakan. Sisi terpanjang rumah tidak boleh menghadap arah matahari terbit ataupun tenggelam. Sisi terpanjang harus menghadap arah utara atau selatan agar panas matahari tidak terserap ke dalam rumah. Dengan membuat layout yang benar, hawa panas sudah tereduksi sebesar 50 persen.

Spacing

Iklim tropis lembap yang dimiliki Indonesia membuat udara bergerak dengan kecepatan rendah sehingga hanya menimbulkan sedikit angin. Keadaan ini perlu direspon dengan membuat jarak antara bangunan rumah kita dengan tetangga sekitar.

Idealnya, bangunan rumah terletak di tengah-tengah luas tanah sehingga dapat menyisakan area kosong pada bagian depan, samping kanan-kiri, dan belakang. Dengan keadaan demikian, udara dapat bergerak lebih bebas di sekeliling rumah dan pergerakan udara di luar terjadi serta bisa mendinginkan udara di dalam rumah.

Opening

Untuk menghadirkan udara yang senantiasa akan membanjiri rumah Anda membutuhkan bukaan-bukaan maksimal di sekeliling bangunan rumah. Ada baiknya, Anda maksimalkan bukaan di bagian selatan atau utara rumah sesuai arah datang angin yang terjadi sesuai wilayah rumah.

Untuk sistem pengudaraan, menurut Ren, bisa dilihat berdasarkan arah datang angin. Bila angin berasal dari arah selatan, maka sebaiknya direspon dengan bukaan optimal di sepanjang sisi selatan rumah. Mulai pintu masuk hingga bagian belakang rumah bisa Anda pasangi pintu-pintu besar.

Room organization

Area servis kotor seperti dapur dan toilet, sebaiknya diletakkan di area barat sebagai buffer zone untuk melindungi ruangan tengah dari radiasi panas matahari. Panas matahari dari arah barat juga berfungsi untuk menjaga area tersebut tetap kering sehingga terbebas dar jamur akibat kelembapan yang tinggi.

Area tengah diletakkan di antara kedua area buffer untuk menjaga suhu ruangan tengah yang memiliki aktivitas tinggi dan memakan jangka waktu lama dari suhu yang tinggi, sehingga kenyamanan suhu ruang tengah dapat dijaga.

Adapun buffer zone di area timur dapat merupakan kamar pembantu, ruang tamu, maupun ruang tidur. Ruang-ruang ini membutuhkan sinar matahari pagi untuk membersihkan ruang dari kuman dan menjaga kesehatan ruang sehingga kesehatan ruang tetap stabil. (Hotmian Siahaan)

Sumber: www.tabloidrumah.com
Editor: Latief

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me