Rumah Kelas Menengah, Primadona Properti 2013

Big Banner

JAKARTA – Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat asosiasi properti Real Estate Indonesia (REI), Harry Raharta, memperkirakan segmentasi rumah kelas menengah ke bawah akan menjadi primadona penjualan properti residen tahun depan. “Kemungkinan rumah yang paling diminati masyarakat adalah rumah kelas menengah dengan harga Rp 90-600 juta,” kata Harry saat dihubungi Selasa, 25 Desember 2012.

Harry menjelaskan, rumah dengan segmentasi harga tersebut banyak diminati masyarakat karena pembeli rumah kebanyakan berasal dari golongan menengah. Mereka, lanjutnya, membeli sesuai dengan kemampuan sesuai daya beli mereka masing-masing, yaitu rumah sedang. Baik dari ukuran mau pun harga.

Walau demikian, kata dia, rumah kategori mewah dan horizontal juga akan tetap tumbuh dengan baik pada 2013. Terutama, di daerah perkotaan, seperti di Jakarta, yang ketersediaan tanahnya semakin menipis dan harganya melambung tinggi sehingga harus disiasati dengan pembangunan rumah horizontal.

“Sebenarnya geliat penjualan perumahan ukuran sedang sudah mulai terjadi pada tahun ini,” kata dia. Namun sejak dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman, yang melarang pengembang menjual rumah di bawah tipe 36, penjualan rumah landing pun sempat tersendat.

Ini menyebabkan masyarakat yang hanya mampu membeli rumah tipe 21-27 batal membeli rumah karena tidak didukung daya beli mereka. Aturan perumahan tersebut, kata Harry, menyebabkan penjualan hanya terbatas pada masyarakat yang mampu membeli rumah tipe 36 ke atas.

Sebelumnya, REI sempat memprediksi pertumbuhan penjualan rumah, terutama perumahan tapak, akan tumbuh 20 persen pada 2012. REI awalnya memperkirakan penjualan rumah tapak maupun apartemen yang tergabung dalam asosiasinya tumbuh dari 320.000 unit rumah menjadi 400.000 unit hingga akhir 2012 ini.

Namun menurutnya, angka tersebut tidak teralisasi pada penghujung tahun ini. Harry memperkirakan penjualan rumah tahun ini hanya tumbuh sekitar 10 persen.

“Tetapi kemungkinan penjualan rumah akan kembali tumbuh 10-20 persen pada 2013,” kata dia. Sebab, Undang-Undang Perumahan dan Kawasan Permukiman sudah dijuicaial review dan larangan penjualan rumah tipe di bawah 36 dianulir Mahkamah Konstitusi.

Terlebih lagi, lanjut dia, pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini bergerak positif di atas 6 persen dan diprediksi kembali terjadi pada 2013 mendatang. Kondisi itu menurutnya semakin memperkuat kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat, termasuk untuk membeli rumah.

RAFIKA AULIA

properti.tempo.co

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me