Lippo Karawaci Alihkan Aset US$ 800 Juta Per Tahun

Big Banner

Jakarta – PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) menargetkan pengalihan aset sebesar US$ 600 – 800 juta per tahun ke perusahaan investasi real estat terafiliasi di Singapura. Hal ini merupakan model bisnis yang kerap diterapkan Lippo Karawaci dalam rangka mendaur ulang modal investasi.

Presiden Direktur Lippo Karawaci Ketut Budi Wijaya mengatakan, aset yang akan dialihkan terdiri atas dua pusat belanja dan rumah sakit.

“Penjualan aset yang mencapai tingkat kematangan tertentu kepada perusahaan investasi di Singapura memang sudah sering kami lakukan. Ini kami lakukan untuk mendaur ulang modal,” kata Ketut saat paparan publik di acara Investor Summit, Rabu (17/9).

Saat ini, perusahaan yang dikendalikan keluarga Riady tersebut sedang dalam proses pengalihan pusat belanja Lippo Mall Kemang kepada KMT1 Holdings Pte Ltd, anak usaha Lippo Malls Indonesia Retail Trust (LMIRT) yang berbasis di Singapura. Total nilai transaksi mencapai Sin $397 juta atau setara Rp 3,7 triliun.

Lippo Mall Kemang merupakan bagian dari kawasan terintegrasi Kemang Village di Jakarta Selatan. Pusat belanja kelas menengah atas tersebut berdampingan dengan sejumlah apartemen residensial, hotel, wedding chapel, dan sekolah Pelita Harapan.

Per 30 Juni 2014, pusat belanja setinggi lima lantai itu mencatat tingkat okupansi sebesar 92,8 persen. Laba bersih Lippo Mall Kemang tercatat sebesar SIN$ 33,6 juta pada akhir 2013.

Dari aksi penjualan tersebut, kata Ketut, Lippo Karawaci akan meraup laba sekitar Rp 1,5 triliun. Adapun proses penjualan diharapkan tuntas pada semester I – 2014.

Lippo Karawaci membukukan penjualan sebesar Rp 2,8 triliun hingga Agustus 2014. Jumlah ini setara 60,8 persen dari total target penjualan hingga akhir tahun yakni Rp 4,6 triliun.

“Kami masih akan meluncurkan 5 proyek lagi yang nilai penjualannya bisa mencapai Rp 5 triliun. Jika 70 persen saja terjual, maka kami masih bisa memenuhi target sebesar Rp 4,6 triliun,” pungkas Ketut.

Hingga Agustus 2014, Lippo Karawaci telah membelanjakan US$ 275 dana capital expenditure (capex). Dana digunakan untuk membangun 14 proyek properti yang saat ini dikerjakan perseroan.

Selama delapan bulan pertama tahun ini, Lippo Karawaci meluncurkan sejumlah proyek properti. Pada Januari 2014, perseroan meluncurkan St Moritz Panakukang, di pusat kota Makassar, Sulawesi Selatan. Proyek ini berhasil terjual 76% dari total unit yang disediakan.

Pada Maret 2014, Lippo Karawaci meluncurkan proyek kondominium Embarcadero Western Wing di Bintaro, Jakarta Selatan. Sekitar 83 persen dari total unit yang tersedia pada hari peluncuran habis terjual. Sementara itu, pada Mei 2014, Lippo Karawaci meluncurkan gedung perkantoran Holland Village dimana 78 persen dari ruang kantor seluas 21.360 meter persegi terjual pada hari peluncuran.

Investor Daily

Penulis: TIM/FQ

Sumber:Investor Daily

beritasatu.com