Harga Sewa Perkantoran Naik 35 Persen Tahun ini

Big Banner

Jakarta – Lembaga riset properti Colliers Internasional menyatakan pertumbuhan pasar properti Indonesia tahun ini tumbuh pesat.

Khusus untuk perkantoran, harga sewa di kota-kota besar di Indonesia menunjukkan kenaikan sekitar 35 persen, begitu pula pertumbuhan modal di sektor ini naik 32 persen. “Tren serupa diperkirakan akan berlanjut di 2013,” kata Associate Director Research Colliers International Indonesia Ferry Salanto, Sabtu 29 Desember 2012.

Tingginya pertumbuhan pasar properti, khususnya perkantoran didorong oleh tingginya permintaan dari perusahaan-perusahaan asing yang memasukkan modalnya ke Indonesia. Di antara bidang-bidang usaha yang paling banyak menyedot investasi asing di Indonesia, menurut Colliers adalah industri jasa keuangan, perminyakan, pertambangan dan telekomunikasi.

Saat ini, rata-rata harga sewa ruang perkantoran di pusat bisnis Jakarta adalah Rp 150 ribu per meter persegi. Tingginya suplai gedung di kawasan sentral bisnis, menurut Ferry, didorong oleh tingginya permintaan. “Salah satu faktor utamanya karena kawasan CBD masih dinilai sebagai kawasan eksklusif dan prestisius,” ujarnya. Alasan lain, kata Ferry, masih besarnya pemintaan ruang kantor di CBD karena lokasinya yang strategis adalah infrastruktur yang baik dan kualitas gedung yang juga baik.

Begitu juga di kota-kota besar lain di Asia seperti Shanghai, Hong Kong, Seoul, pasar properti juga masih tumbuh antara 5 sampai 10 persen.

Pertumbuhan sektor properti Indonesia berbanding terbalik dengan India yang tengah mengalami pelambatan ekonomi. Meski di New Delhi harga sewa perkantoran di daerah premium seperti Connaught Place dan Nehru Place naik 7 persen, sementara di Jasola dan Saket turun 10 persen. Selain itu, pasar sewa perkantoran Singapore juga tengah mengalami penurunan akibat kondisi global yang masih suram.

PINGIT ARIA

properti.tempo.co

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me