Tren Perlambatan Pasar Perumahan Berlanjut

Big Banner

Jakarta – Memasuki triwulan II tahun 2014, pasar perumahan masih dibayangi tren perlambatan. Riset yang dilakukan oleh Indonesia Property Watch menunjukkan nilai penjualan masih membukukan penurunan -0,9 persen (q-to-q).

Hal itu dikatakan Indonesia Property Watch, Ali Tranghanda, kepada SP, Senin (1/9) malam.

Menurut Ali, meskipun demikian berdasarkan nilai unit secara keseluruhan menunjukkan sedikit kenaikan sebesar 2,4 persen. Hal ini memperlihatkan pergeseran segmen harga ke harga yang rendah.

Harga rata-rata segmen atas mulai terjadi pergeseran ke segmen yang lebih rendah menjadi Rp 1,1 miliar dari harga rata-rata pada triwulan sebelumnya sebesar Rp 1,5 miliar.

Di segmen menengah bawah, kata Ali, banyak pengembang yang mulai beralih dari segmen bawah ke segmen lebih atas yang diperkirakan terkait minat pengembang swasta yang menurun untuk membangun rumah murah menyusul kebijakan perumahan yang tidak berpihak.

Menurut Ali, rencana penghapusan subsidi Rumah Sederhana Tapak (RST) merupakan salah satu faktor yang membuat pengembang enggan membuat rumah murah disamping nilai profitnya yang juga rendah.

Penghapusan PPN yang diberlakukan ternyata menjadi tidak sinkron dengan kebijakan penghapusan subsidi yang ada. Hal ini menunjukkan lemahnya koordinasi antar lembaga yang menyebabkan kebijakan yang diambil menjadi kontraproduktif.

Ali mengatakan, pasar mulai bergeser ke masyarakat menengah ditengah naiknya golongan masyarakat menengah perkotaan saat ini. Komposisi penjualan menengah atas turun dan bergeser ke segmen menengah dengan kisaran harga Rp 300 juta sampai Rp 800 jutaan.

Penjualan di sejumlah pengembang sempat anjlok di akhir triwulan II/2014 khususnya untuk segmen bawah yang lebih dikarenakan banyak masyarakat menunda pembelian rumah akibat tahun ajaran baru dan menjelang Lebaran. Namun hal tersebut, kata Ali, tidak terlalu berpengaruh untuk masyarakat segmen menengah sampai atas.

“Hal yang bersifat khusus untuk segmen ini berkaitan dengan pemilihan presiden yang membuat banyak pihak menahan diri untuk membeli properti menengah atas,” kata dia.

Ali mengatakan, berdasarkan pengamatan yang dilakukan, pasar akan mulai bergerak naik di triwulan III/2014 dengan asumsi kondisi politik yang relatif kondusif. Meskipun demikian tren pertumbuhan yang ada masih dalam koridor tren perlambatan.

“Yang artinya belum menunjukkan tren percepatan yang signifikan,” kata dia.

Suara Pembaruan

Penulis: E-8/FQ

Sumber:Suara Pembaruan

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me