Properti di Daerah Penyangga Jakarta Kian Menggeliat

Big Banner

Jakarta – Industri properti di kawasan penyangga Jakarta terus menggeliat. Salah satu kawasan menjanjikan adalah Dadap, Kabupaten Tangerang, Banten. Tak salah jika pengembang berlomba membangun beragam produk properti di kawasan ini.

Secara geografis, Dadap berada di Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten. Dadap, yang berarti tanaman pagar atau peneduh, berada di dekat pantai utara pulau Jawa. Kawasan ini hanya ‘selemparan batu’ jaraknya dengan Bandara Internasional Soekarno – Hatta, yang hanya membutuhkan waktu tempuh 15 menit.

Konsultan properti JLL menilai, potensi daerah satelit di barat Jakarta cukup menjanjikan. Kawasan ini bisa menjadi alternatif investasi properti menyusul semakin terbatasnya suplai lahan di wilayah Jakarta. Lahan untuk membangun proyek di kantong – kantong properti Jakarta, seperti SCBD dan Simaputpang, semakin sulit didapat. Oleh karenanya, pertumbuhan properti akan bergeser ke kawasan penyanggah Jakarta, termasuk Dadap.

“Daerah satelit Jakarta berpotensi besar. Apalagi Tangerang, yang berbatasan langsung dengan Jakarta dan dekat Bandara, akan menjadi tempat favorit,” kata Kepala Riset JLL, Anton Sitorus.

Akses infrastruktur, khususnya jalan, juga menjadi daya tarik kawasan Dadap. Salah satunya, pembangunan jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) yang saat ini sudah terkoneksi dan rencana pembangunan jalan tol JORR 2. Jalan tol JORR 2 akan melintas langsung ke Bandara Soekarno Hatta, dimana saat ini masuk tahap pembebasan lahan oleh PT Jasa Marga Tbk dan Kementerian Pekerjaan Umum. Kedua akses tol tersebut menambah daya tarik kawasan Dadap sebagai Central business District (CBD) baru.

Adanya akses tol tersebut akan memperpendek jarak tempuh perjalanan menuju pusat kota Jakarta, Pelabuhan Tanjung Priok, kawasan industri Cikarang, Cikampek, dan Merak.

Dari beberapa daya tarik yang dimiliki, menjadikan Dadap sebagai kawasan yang diburu pengembang. Banyak pengembang besar yang meluncurkan dan menghadirkan berbagai proyek properti, mulai hunian sampai pergudangan, di kawasan ini.

Ke depan, Dadap akan menjadi salah satu akses ke beberapa pulau reklamasi, yang rencananya bakal dibangun oleh beberapa pengembang ternama di Indonesia.

Salah satu pengembang besar yang mengincar kawasan Dadap sebagai area baru bisnis propertinya adalah Provident Development. Provident Development yang merupakan anak usaha dari PT Provident Capital Indonesia, akan mengembangkan proyek superblok di kawasan Dadap, dengan investasi Rp 450 miliar.

Proyek bernama Grand Dadap City tersebut merupakan mixed-use terlengkap pertama di wilayah Dadap. Proyek ini terddiri atas 1.000 lebih unit apartemen, pusat belanja, rumah toko (ruko), business suite dan hotel.

Untuk pusat belanja, akan dibuka Grand Dadap Mal di penghujung 2014. Grand Dadap Mal diharapkan akan menjadi sebuah ikon di Dadap, dengan bergabungnya beberapa tenant ternama, seperti Best Fitness, Amazone, Blitz Megaplex, Superindo, Pojok Busana, Jco, Ta Wan, Breadtalk, The Body Shop, dan masih banyak lainnya. Saat beroperasi, diharapkan okupansi mal mencapai 80%.

Sebagai real estate developer berskala nasional, Provident Development memiliki tanggung jawab untuk mendorong sebuah kawasan mampu bersaing dengan kawasan maju lainnya. Dengan menanamkan investasi di kawasan baru, Provident Development berperan dalam menggairahkan perekonomian kawasan.

Imbasnya akan tercipta zona ekonomi baru yang bisa menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Provident Development menilai daerah pinggiran Ibukota ini memiliki prospek yang menarik untuk terus dikembangkan.

Chief Executive Officer (CEO) Provident Development Felix S. Hasamin mengatakan, proyek superblok properti di Dadap merupakan proyek baru hasil akusisi proyek Grand Dadap City (GDC) dari PT Graha Cemerlang.

“Jadi sebelumnya mal ini dijual oleh perusahaan lain dan sekarang, kami desain ulang dan siapkan mal baru untuk untuk leasing,” kata Felix.

Digarap Bertahap

Menurut Felix, proyek properti di Dadap merupakan proyek yang sudah dikembangkan sejak 2007 dan digarap secara bertahap.

“Kami harapkan, pada pertengahan tahun ini, mal tersebut sudah bisa dioperasikan. Sedangkan pengembangan tahap selanjutnya, dengan penambahan luasan mal dan menara apartemen akan dilakukan pada 2016,” kata dia.

Geliat properti kawasan penyanggah juga terjadi di sisi Selatan Jakarta. Salah satunya, di kawasan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sejumlah proyek properti, khususnya residensial dan komersial hadir di kawasan ini.

City Mall @ Cibinong adalah salah satu proyek komersial yang menghangatkan pasar properti Cibinong. Mall yang dibangun oleh PT Puri Wahid Pratama (PWP) ini beroperasi sejak akhir 2013.

Wilayah Cibinong akan dijadikan kawasan CBD pertama di Kabupaten Bogor. Ke depan, wilayah ini bakal menjadi pusat properti yang menjanjikan. Saat ini, pengembang yang sudah masuk ke wilayah ini dan membangun proyek besar adalah PT Puri Wahid Pratama (PWP).

Pengembang yang berbasis di Jawa Tengah ini, tengah menggarap proyek superblok di atas lahan seluas 22 hektar dengan nama Cibinong City Centre yang didalamnya terdiri atas mal, hotel, apartemen, proyek komersial, dan landed house.

Masih di Kabupaten Bogor, sebuah mal juga segera berdiri, yakni Galeria, yang berada di kompleks superblok Vivo Sentul. Superblok ini dibangun oleh PT Megapolitan Development Tbk, melalui anak usahanya PT Tirta Persada Development (TPD). Pengembang memastikan pembangunan pusat perbelanjaan berkonsep trade mall dan lifestyle mall tersebut akan dimulai pada kuartal I/2015.

Penulis: IMM/FER

Sumber: Investor Daily

beritasatu.com