Tips Menggunakan “Wallcovering” di Rumah

Big Banner

Jakarta – Menurut pemilik penyedia pelapis dinding (wallcovering) impor berbahan eksklusif Zantob, Suzanna Tobing, setiap rumah membawa sebuah cerita. Rumah, tambahnya, mencerminkan gaya hidup orang yang berada di bawah naungannya. Karena itu, ia menawarkan beragam jenis bahan pelapis dinding untuk memenuhi selera para kliennya.

“Kami menghadirkan beragam koleksi fabrics dan wallcoverings impor. Awalnya kami hanya mewakili produk-produk dari merek Arte yang berasal dari Inggris, namun kini kami menambahkan beberapa merek lain, yakni Hooked On Walls, Romo, dan Giardini Italy untuk memenuhi keinginan klien yang beragam di Indonesia. Karena sejak kami berdiri, sekitar tiga tahun lalu hingga sekarang, peminat wallcovering di Indonesia melonjak 200 persen,” ungkap Suzanna, ketika ditemui beberapa waktu lalu di Jakarta.

Zantob menyasar klien yang mencintai kemewahan, karena produk-produknya tergolong tidak biasa, dan bahkan untuk pemesanan butuh waktu sekitar dua pekan untuk dipersiapkan, pemesanan ke negeri produsen, hingga pengiriman ke Indonesia. Bahan-bahan yang digunakan pun tak umum, mulai dari berbahan busa dengan efek tiga dimensi, efek timbul dari bahan beludru yang bercorak, bahkan potongan serbuk kristal yang dipadatkan pada kertas tebal.

Untuk itu, Suzanna berbagi beberapa tips bagi klien yang tertarik untuk memasang wallcoverings di rumahnya, berikut ini tipsnya:
– Cari jenis dan bahan wallcovering yang sesuai selera. Bicarakan dengan desainer rumah atau konsultasikan dengan penyedia layanan. Bila suatu jenis dan bahan wallcovering tampak bagus di rumah seseorang, bukan berarti akan terlihat bagus pula di rumah yang lain. Ada beberapa aspek yang patut diperhitungkan, seperti pencahayaan, alur rumah, dekorasi, dan lainnya.

– Pastikan untuk berkonsultasi dengan kontraktor yang memahami seluk-beluk rumah. Ini penting dilakukan untuk mengecek kekokohan bangunan. Pastikan dinding cukup kokoh, tidak retak, tidak ada rembesan air pada dinding, juga tidak ada potensi atau kebocoran dari atap.

– Pastikan dinding dalam keadaan rapi, tidak retak, maupun bergelombang. Menurut Suzanna, jenis yang terbaik adalah gypsum, karena sudah pasti dindingnya tidak bergelombang. Pada dinding yang bergelombang, wallcovering bertekstur akan terlihat tidak rapi, juga rentan mengalami masalah. Bila pun dinding retak atau bergelombang, disarankan untuk perbaiki dulu sebelum dilapisi.

– Cari lokasi dinding yang jauh dari jendela. Sebab, jendela bisa menjadi celah untuk paparan sinar matahari, angin, dan debu, yang bisa mengurangi kualitas wallcoverings.

– Carilah penyedia wallcoverings yang menyediakan layanan purnajual. Gunanya, untuk memastikan ada perlindungan terhadap pelapis dinding yang umumnya tidak murah biayanya.

Menurut Suzanna, pihaknya menyediakan beragam pilihan fabric dan wallcovering dengan rentang harga mulai dari Rp 2 juta per meter untuk hunian pribadi, atau mulai dari Rp 700.000 per meter untuk ruang komersial, serta gulungan dengan harga mulai dari Rp 300.000 per meter. Semuanya tergantung jenis materi yang dipilih. Untuk informasi lebih lanjut, Zantob berada di Gedung Kemang 37, lantai 2.

Penulis: Nadia Felicia/NAD

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me