Dafam Grup Menargetkan Pendapatan Rp 200 M

Big Banner

Jakarta – Managing Director Dafam Land Wijaya Dahlan mengatakan sejak berdiri pada 2010 lalu, penjualan produk residential (landed house) perusahaan mencapai 116 unit atau 50,5 persen dari total produksi 230 unit (rumah dan ruko). Perusahaan menaksir total pendapatan yang bisa didapatkan dari penjualan 230 unit residen sebesar Rp 200 miliar.

“Kebanyakan (80 persen) konsumer membeli dengan mekanisme kredit (tenor lima tahun), sisanya cash bertahap dan by cash,” tuturnya dalam acara signing ceremony “Kerjasama Investasi Properti dan Reksa Dana Dafam Group dan Panin Asset Management” di Jakarta, Rabu (20/8).

Pengembang properti milik keluarga Soleh Dahlan tersebut telah memproduksi tiga produk perumahan (residensial) yang terdiri dari 30 unit rumah dan ruko di Pekalongan (Jatayu Residence Pekalongan) dengan tingkat penjualan 62 persen (19 unit) pada kisaran harga Rp 1,5 miliar hingga Rp 2 miliar. Produk kedua, Gaya Residence Semarang sebanyak 160 unit berhasil terjual 32,5 persen (52 unit) pada kisaran harga Rp 800 juta hingga Rp 1 miliar. Sementara produk ketiga, Gaya Residence Batang sebanyak 53 unit berhasil terjual 57 persen (30 unit) pada kisaran harga Rp 400 juta hingga Rp 600 juta.

Grup perusahaan mulai terjun di bisnis properti pada tahun 2009 dengan mendirikan Hotel Dafam Semarang dan Hotel Marlin Pekalongan hingga saat ini total hotel yang dimiliki berjumlah 14 unit. Perusahaan juga memiliki unit bisnis lifestyle dan property management (Dafam Land) yang saat ini memiliki lima properti di Hotel Dafam Semarang, Hotel Dafam Pekalongan, Hotel Dafam Cilacap, Hotel Dafam Pekanbaru dan Hotel Marilin Pekalongan dan tiga residensial (Jatayu Resident Pekalongan, Gaya Resident Semarang dan Gaya Resident Pekalongan).

“Awal tahun 2010 itu bisnis properti sedang tenar dan kita coba curi start dengan mendirikan Marilin, Hotel berlantai delapan pertama yang belakangan diikuti Aston dan Amaris. Jatayu Resident Pekalongan juga bisa dibilang satu-satunya perumahan premium di pusat kota Pekalongan saat ini,” paparnya.

Perusahaan menargetkan beberapa ekspansi seperti membuat condotel, apartemen, office tower serta mencatatkan saham di pasar modal.

“Kita ingin lebih fleksibel tidak hanya di perumahan. Pengembangan terdekat kita akan ada pendatanganan nota kesepahaman pengembangan 21 hotel baru,” tambahnya.

Penulis: Yosi Winosa/FMB

beritasatu.com