Aktivitas Sewa Pertokoan di Jakarta Stagnan Akibat Moratorium “Mall”

Big Banner

Jakarta – Aktivitas sewa pasar ritel (pertokoan) di Jakarta relatif stagnan karena adanya moratorium pusat perbelanjaan DKI Jakarta dan ditutupnya Plaza eX.

Dengan ditutupnya Plaza eX dan dibukanya sejumlah toko di Lippo Mall Puri (St. Moritz), jumlah pasokan kumulatif mencapai 3.990.200 meter persegi pada kuartal II-2014, terdiri dari 72,1 persen (2.875.200 meter persegi) pusat perbelanjaan sewa dan 27,9 persen (1.115.000 meter persegi) pusat perbelanjaan strata title.

Pembukaan sejumlah toko di Lippo Mall Puri, termasuk toko Parkson, departemen store Malaysia, serta pembukaan operator bioskop milik grup Lippo, Cinemaxx, membuat rata-rata tingkat hunian pasar ritel di Jakarta meningkat tipis 0,3 persen dari kuartal I-2014 menjadi 84,3 persen, atau naik 1,4 persen dibanding kuartal II-2013.

“Secara keseluruhan tingkat hunian rata-rata meningkat menjadi 84,3% (kuartal-II 2014) dari tahun lalu dan menyisakan ruang ritel kosong 628.300 meter persegi, ” kata head of research & advisory Cushman & Wakefield Arief Raharjo dalam acara laporan kuartal II-2014 industri properti di Jakarta, Selasa (16/7).

Untuk sub sektor perbelanjaan sewa, rata-rata tingkat hunian adalah 90,1 persen atau meningkat 0,3 persen dari kuartal I-2014 atau yang terbesar sejak 2005. Sedangkan sub sektor strata title memiliki tingkat hunian 69,1 persen.

“Penjualan ritel di Jakarta cenderung flat karena developer masih melihat Jakarta sebagai pasar utama dan pasar yang menarik, ” katanya.

Sementara moratorium pusat perbelanjaan yang diperpanjang oleh Gubernur DKI Jakarta dinilai membuat pasokan ritel melambat. Developer memiliki keterbatasan dalam meningkatkan supply ritel di Jakarta dan hanya mampu membuka beberapa toko F&B, fashion, pusat hiburan, pusat medis, apotek kesehatan dan kecantikan di pusat perbelanjaan yang sudah terbangun.

“Itu kan dalam rangka mengurangi kemacetan. Tapi positifnya pengembangan pusat belanja masih akan menyebar di daerah di sekitar Jakarta (Debotabek) di mana banyak proyek perumahan berkembang. Kemungkinan mendekati 80 persen tingkat huniannya, ” tuturnya.

Penulis: Yosi Winosa/FMB

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me