IIE Garap Gedung Pameran Senilai Rp 3,8 Triliun

Big Banner

Jakarta – PT Indonesia International Expo (IIE) membangun gedung pameran dan konvensi terbesar dan termegah se-Asia Tenggara, senilai Rp 3,8 triliun. Gedung bernama Indonesia Convention and Exhibition (ICE) berdiri di kawasan BSD City, Tangerang, Banten.

PT Indonesia International Expo (IIE) dibentuk atas kerja sama Medialand (kelompok usaha Kompas Gramedia) dengan PT Sinar Mas Land. Operasional gedung akan ditangani oleh Hannover Fairs, anak perusahaan Deutsche Messe AG, raksasa bisnis pameran dan konvensi dari Jerman. Menurut rencana, proyek ini akan beroperasi pada awal 2015.

“Pembangunan sarana ini dilatarbelakangi dengan makin berkembangmya industri jasa penyelenggaraan pertemuan, insentif, konferensi dan pameran (MICE), serta stabilitas ekonomi yang semakin membaik. Kondisi itu menjadikan Indonesia mulai dilirik pangsa pasar penyelenggara pameran dan konferensi mancanegara,” ujar Danny Budiharto, Presiden Direktur PT Indonesia International Expo (IIE) dalam publikasinya di Jakarta, baru-baru ini.

Danny mengungkapkan, meningkatnya jumlah pameran, konferensi dan acara skala nasional dan internasional tidak sebanding dengan keberadaan venue yang dapat menampung acara tingkat dunia.

“Dengan total investasi sebesar Rp 3,8 Triliun, kami percaya investasi kami tidak hanya akan bermanfaat bagi kita, tetapi juga kota dimana tempat ini berada dan pertumbuhan bisnis MICE di Indonesia,” jelasnya.

ICE dibangun diatas lahan seluas 22 hektare, dengan total luas bangunan 200.000 meter persegi. Fasilitas dan sarana yang dimiliki adalah 10 Exhibition Hall, dengan luasan 50.000 meter persegi, ditambah dengan outdoor exhibition space seluas 50.000 meter persegi.

Di samping itu juga terdapat fasilitas convention hall dan meeting room sebanyak 33 ruangan, dengan kapasitas untuk 10.000 orang, in-house food production, F&B outlet, fasilitas parkir untuk 3.000 kendaraan, serta 300 kamar hotel berbintang tiga.

“Dengan 247 juta penduduk, Indonesia memiliki populasi terbesar keempat di dunia dan merupakan ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Indonesia merupakan salah satu pasar pertumbuhan terkemuka di dunia. Tujuan strategi luar negeri kami adalah untuk perdalam keahlian kami sebagai operator fasilitas pameran di luar negeri, dan Indonesia menawarkan prasyarat yang ideal untuk memperluas bisnis tradeshow kami,” ujar Andreas Gruchow, anggota dewan direksi Deutsche Messe AG.

Andreas menambahkan, pihaknya mengaku sangat senang telah mendapatkan mitra yang kompeten untuk masuk sebagai operator tradeshow ke pasar Indonesia. Peranannya di Indonesia Convention Exhibition Center akan memberikan basis strategis untuk pameran dagang pada masa mendatang.

Berlokasi di kawasan centra BSD City, Tangerang, dengan infrastruktur lengkap, ICE mudah dijangkau melalui Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR). Sarana penunjang lainnya seperti rumah sakit, golf course & country club, pusat perbelanjaan, restoran, serta hotel berbintang telah tersedia sehingga menjadikan ICE sebagai one-stop destination untuk bisnis maupun wisata.

Proyek prestisius ini merupakan hasil kejelian Sinar Mas Land dan Kompas Gramedia menangkap peluang bisnis MICE di Indonesia.
“Indonesia boleh berbangga dan akan mampu bersaing dengan negara negara tetangga dalam percaturan MICE global, dengan keberadaan Indonesia Convention Exhibition (ICE). Hal ini juga semakin memantapkan posisi Indonesia sebagai destinasi MICE di mata dunia,” ujar Danny.

Penulis: PAM/FER

Sumber: Investor Daily

beritasatu.com