Permintaan Hunian Tinggi, Lippo Cikarang Bangun Apartemen

Big Banner

Bekasi – Lippo Cikarang telah menyelesaikan pembangunan struktur (topping off) North Tower, tower pertama dari Trivium Terrace Apartments Building di Kawasan Lippo Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Ba rat, Rabu (18/6).

Pembangunan tower pertama dari tiga tower ini, dilakukan karena masih terbuka lebar peluang pasar di sektor hunian terutama di wilayah Cibitung, Cikarang hingga Cikampek dan Purwakarta, Jawa Barat.

Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk, Meow Chong Loh, mengatakan Trivium Terrace Apartments merupakan bagian dari pengembangan Lippo Cikarang sebagai hunian dengan konsep integrated township.

“Potensi Lippo Cikarang sangat besar di wilayah timur Jakarta menjadi incaran investasi bagi negara-negara Jepang, Korea Selatan, China,” ujar Meow Chong Loh, saat topping off ceremony di Bekasi.

Perkembangan industri negara tersebut ke wilayah timur Jakarta, seperti Cikarang hingga Purwakarta, membutuhkan hunian yang akan menampung tempat tinggal mereka.

“Kebutuhan terhadap apartemen di Lippo Cikarang sangat unik karena demand sudah tercipta,” sambung Gita Irmasari, selaku Residensial, Sales dan Marketing Division Head PT Lippo Cikarang Tbk.

Tower dengan 22 lantai ini telah dipasarkan pada akhir tahun 2011 dengan harga mulai dari Rp 379-958 juta per unit.

Lebih lanjut Gita Irmasari mengatakan, di Kawasan Lippo Cikarang ada sekitar 700 perusahaan asing yang banyak mempekerjakan ekspatriat, ada pembeli dan pengguna yang meilih kepraktisan hunian.

“Di Lippo Cikarang sangat sulit mencari kamar. Ada buyer and user yang memilih kepraktisan, ekspatriat yang tinggal disini, atau perusahaan industri yang membeli untuk para karyawanannya. Ada sumber kehidupan ekonomi (industri) di Lippo Cikarang. Sehingga kebutuhan akan apartemen, tidak bisa tidak ada,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur PT Lippo Cikarang Tbk, Ju Kian Salim, mengatakan sejak 1994 Lippo Cikarang baru membangun satu apartemen. “Setelah dua puluh tahun, kami baru membangun apartemen lagi. Lippo Cikarang tidak lagi fokus terhadap bisnis industri. Kami fokuskan lahan yang tersedia untuk lahan hunian,” ujarnya.

Ju Kian Salim mengatakan wilayah di sekitar kawasan industri seperti Lippo Cikarang, membutuhkan hunian bagi para karyawan industri.

“Kita berada di kawasan industri. Dan pertanyaannya, ekspatriat mau tinggal dimana? Kita bangun tempat hunian untuk menampung mereka,” ungkap Ju Kian Salim.

Lebih lanjut Ju Kian Salim mengatakan, nantinya Lippo Cikarang akan dibuka jalur kereta dari Lemahabang-Cikarang menuju Dukuh Atas-Jakarta.

“Akan ada jalur kereta api Lemahabang ke Dukuh Atas. Ekspatriat bisa akses langsung ke Dukuh Atas. Kami bekerja sama dengan Jababeka dan pemerintah untuk membangun jalur kereta api tersebut,” katanya.

Diharapkan dengan adanya rencana ini, daerah di luar Jakarta akan semakin menggeliat dan pertumbuhan industri semakin pesat untuk menopang perekonomian di luar Jakarta. 

Suara Pembaruan

Penulis: MKL/FQ

Sumber:Suara Pembaruan

beritasatu.com