Harga Sewa Perkantoran Jakarta Tertinggi di Asia Pasifik

Big Banner

Jakarta – Laporan riset “Asia Office Q1 2014” yang digelar oleh konsultan properti, Cushman & Wakefield, menyatakan, sejumlah kota berkembang terus mendominasi pertumbuhan harga sewa di tingkat regional.

Dalam laporan tersebut, perkantoran di Jakarta disebutkan mengalamai pertumbuhan tertinggi dibandingkan dengan 33 kota lainnya di Asia. Posisi Jakarta diikuti oleh Manila (Filipina) dan Shenzhen (Tiongkok) dan Pune (India), di posisi kedua dan ketiga.

Didorong oleh sentimen bisnis yang membaik, aktifitas pasar sewa perkantoran juga menunjukkan tren positif di sejumlah pasar utama seperti Singapura dan Tokyo.

Sementara itu, kota-kota berkembang yang kuat dengan ekonomi domestiknya, terus memimpin dalam hal pertumbuhan harga sewa di kawasan.

Walaupun demikian, laporan tersebut juga menyatakan, kota-kota lainnya di Asia Pasifik masih tetap jalan ditempat dengan harga sewa yang mendatar bahkan menurun.

“Kondisi dan kinerja pasar perkantoran memperlihatkan keragamannya di kawasan. Harga sewa sedikit meningkat secara keseluruhan di Asia Pasifik dalam tahun terakhir, dengan kenaikan secara umum di kawasan hanya sebesar 2.8% di Q1 2014,” jelas Sigrid Zialcita, Managing Director, Research, Asia Pasifik Cushman & Wakefield, dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com di Jakarta, Jumat (23/5).

Sigrid mengatakan, pemulihan ekonomi di Amerika dan Eropa, reformasi dan pemilihan presiden di beberapa negara akan mendorong sentimen positif dan akan menguntungkan kondisi pasar perkantoran di Asia.

“Kami memperkirakan, di tahun 2014 ini pertumbuhan ekonomi akan cukup baik dimana hal ini akan mendukung penyerapan hampir di semua pasar di kawasan Asia,” lanjut dia.

Selain itu, katanya, terbatasnya ruang kantor Grade A akan menguntungkan para pemilik gedung dan membuat harga bisa sewa terus meningkat di beberapa pasar utama pada tahun ini.

“Tetapi, pasokan yang tinggi di beberapa pasar berkembang seperti Delhi, Kuala Lumpur dan Ho Chi Minh akan menguntungkan pihak penyewa,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Arief Rahardjo, Senior Associate Director, Research & Advisory, Cushman & Wakefield, Indonesia, mengatakan, Jakarta mengalami pertumbuhan harga sewa ruang kantor tertinggi di kawasan yaitu sebesar 27%.

Hal itu, lanjut dia, dikarenakan terus terjadinya ekspansi dari perusahaan-perusahaan yang membuat tingkat kekosongan ruang kantor mengecil menjadi 6,6%.

Dengan tidak adanya pasokan tambahan di kwartal 1 2014, ditambah dengan beberapa gedung lama yang sedang melakukan pembangunan kembali, tingkat hunian perkantoran di Jakarta mengalami kenaikan. Permintaan akan ruang sewa dan aktifitas transaksi sebagian besar untuk luas ruang dibawah 300 m2 karena terbatasnya persediaan.”

“Walaupun pemilihan umum presiden telah menimbulkan sikap ‘wait and see’ di pasar, permintaan akan mengalamai pertumbuhan positif, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang juga diperkirakan positif di tahun 2014 ini serta iklim bisnis yang secara keseluruhan akan bertambah baik, khususnya setelah pemilihan presiden berlangsung,” tambah dia.

Penulis: Feriawan Hidayat/FER

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me