Soal Akuisisi BTN, Mandiri Dikhawatirkan Tak Fokus ke Rumah MBR

Big Banner

Jakarta – Lembaga Indonesia Property Watch (IPW) menilai, rencana akuisisi PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) oleh Bank Mandiri dikawatirkan bakal membuat sektor perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) menjadi terancam.

“Dikhawatirkan Bank Mandiri akan pecah perhatiannya dan tidak akan fokus menangani perumahan untuk sektor bawah. Selama ini, Bank Mandiri bermain di segmennya yang berbeda,” kata Direktur Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda, saat jumpa pers di Jakarta, Senin (21/4).

Menurut dia, kondisi BTN saat ini relatif sehat dan tidak ada masalah dalam soal keuangan. Karena itu, IPW mempertanyakan rencana BUMN melalui PT Bank Mandiri mengakuisisi BTN tersebut dinilai ada kejanggalan.

“Rencana akuisisi banyak kejanggalannya. Karena sebelum ada rencana akuisisi, Meneg BUMN Dahlan Iskan sempat bilang tidak ada rencana itu. Namun setelah ada penggantian, sudah ada surat keputusannya,” kata dia.

Ali melihat bahwa beberapa kejanggalan yang terjadi soal rencana akuisisi ini adalah ketika proses uji kepatutan dan kelayakan direksi BTN pada Desember 2013.

Saat itu, Dahlan Iskan menyatakan, belum ada rencana matang terhadap akuisisi BTN. Namun, setelah penggantian jajaran direksi BTN, surat keputusan pengambilalihan bisa langsung keluar dan tidak mungkin prosesnya berjalan secepat itu.

“Terlihat tergesa gesa. jadi kalau mau akuisisi jangan mendekati pilpres harus dimatangkan terlebih dahulu. Kalaupun diakusisi apa ada jaminannya BTN bisa tetap fokus ke perumahan rakyat, harus jelas juga aturannya,” katanya.

Penulis: IMM / FER/FER

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me