REI: Awal Tahun, Penjualan Properti “Slow Down”

Big Banner

Batam – Ketua Dewan Pimpinan Pusat Real Estat Indonesia (DPP REI) Eddy Hussy mengatakan, penjualan properti secara nasional pada tiga bulan pertama tahun 2014 melambat dibanding tahun sebelumnya.

“Penjualan properti memang terjadi ‘slow down’, dua tiga bulan ini belum sesuai,” kata Eddy Hussy usai membuka Musyawarah Daerah DPD REI Khusus Batam, di Batam, Kepulauan Riau, Rabu (16/4).

Eddy mengatakan, penjualan properti pada tiga bulan pertama tahun ini tidak ada peningkatan sama sekali.

“REI sudah memprediksi penurunan penjualan properti pada 2014, akibat beberapa alasan. REI pun sudah menurunkan target penjualan dari capaian tahun lalu sekitar 17 persen, tahun ini ditargetkan 10 persen,” tambahnya.

Namun, penurunan penjualan pada awal tahun ini melebihi dari yang diperkirakan REI.

“Jadi mungkin saja target 10 persen itu kami revisi lagi,” kata dia.

Menurut Eddy, penurunan penjualan properti karena hingga saat ini pemerintah belum mengluarkan kebijakan harga rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Padahal, kata dia, pengembang lebih banyak fokus membangun MBR sesuai dengan komitmen.

“Penyebabnya, REI fokus membangung MBR, tapi harga itu belum turun. Kalau MBR, harga rumahnya yang menentukan pemerintah,” kata dia.

Hingga saat ini, penjualan MBR masih menggunakan harga lama. Padahal harga berbagai bahan bangunan sudah naik, sehingga tidak sesuai dengan biaya produksi pengusaha.

“Sekarang masih harga lama. Otomatis, mempengaruhi pengembang,” kata dia.

Selain itu, lanjut Eddy, suku bunga yang tinggi juga mempengaruhi daya beli masyarakat sehingga penjualan properti menurun.

“Kebijakan pemerintah tentang pembatasan uang muka cicilan rumah minimal 30 persen dari harga beli juga menyebabkan penururan penjualan pada triwulan pertama 2014,” pungkasnya.

Penulis: /FER

Sumber: Antara

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me