93,27% Pembeli Rumah Pakai KPR Non FLPP

Big Banner

Jakarta – Melalui laman resminya, Bank Indonesia (BI) meluncurkan survei harga properti residensial triwulan IV-2013, pada Rabu (12/2). Paparan hasil survei juga mengulas pembangunan rumah bersubsidi melalui fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) sepanjang 2013.

Menurut survei tersebut, dari total kredit pemilikan rumah (KPR) yang dikucurkan bank, sejak Januari – Desember 2013, sebanyak 6,73% memanfaatkan FLPP dari pemerintah. Selebihnya, sebanyak 93,27% melalui KPR biasa (non-FLPP).

Pencairan FLPP sampai akhir 2013 mencapai 81,70% dari Rp 7,34 triliun total dana yang ditargetkan selama 2013 dan sisa dana yang belum terserap pada 2012.

Dengan demikian, terdapat 18,30% dana yang belum dimanfaatkan oleh MBR. Padahal, keuntungan menggunakan FLPP adalah MBR dapat memperolah cicilan rumah dengan bunga tetap sebesar 7,25%, dengan jangka waktu cicilan maksimum 20 tahun.

Survei Bank Indonesia menyebutkan, nilai anggaran FLPP yang terserap sepanjang 2013 mencapai Rp 5,3 triliun lebih, dengan jumlah rumah terbangun sebanyak 102.714 unit. Dari nilai penyerapan itu, Jawa Barat merupakan provinsi yang menyerap dana FLPP terbesar.

Sepanjang 2013, Jawa Barat menyerap anggaran FLPP sebesar Rp 2,2 triliun lebih , dengan jumlah rumah terbangun sebanyak 41.980 unit.

Posisi kedua setelah Jawa Barat, diisi oleh Banten, dengan penyerapan anggaran sebesar Rp 574 miliar lebih. Melalui anggaran sebesar itu, Banten berhasil membangun 11.033 unit rumah untuk MBR.

Sebanyak 31 provinsi di luar Jawa Barat dan Banten hanya berhasil membangun rumah di bawah 10 ribu unit, dengan nilai penyerapan tertinggi sebesar Rp 367 miliar lebih, yang diraih oleh Kalimantan Selatan.

Dengan anggaran tersebut, Kalimantan Selatan berhasil membangun 6.755 unit rumah bersubsidi. Yang menarik, kendati menyerap anggaran FLPP sedikit di bawah Kalimantan Selatan, provinsi Jawa Timur justru berhasil membangun rumah sedikit lebih banyak.

Penulis: PAM/FER

Sumber: Investor Daily

beritasatu.com