Mayoritas Pusat Ritel Bakal Dibangun di Jakarta Barat

Big Banner

Jakarta – Mayoritas pusat perbelanjaan ritel yang bakal dibangun di wilayah DKI Jakarta pada periode 2014-2016 mendatang akan terletak di kawasan Jakarta Barat (Jakbar).

Suplai masa depan di 2014-2016 adalah sebesar 247.200 meter per segi di Jakarta Barat, kata Associate Director Research Colliers International (konsultan properti internasional) Ferry Salanto di Jakarta, Selasa (7/1).

Berdasarkan data Colliers, jumlah tersebut jauh lebih besar dibandingkan dengan pasokan di kawasan lainnya seperti di Jakarta Timur (50.000 meter per segi), Jakarta Selatan (48.000 meter per segi), dan Jakarta Utara (36.000 meter per segi).

Dengan demikian, suplai pusat perbelanjaan ritel di kawasan Jakbar adalah sebanyak 64,85% dari keseluruhan suplai pada periode 2014-2016.

Berbagai pusat perbelanjaan baru yang akan beroperasi di Jakbar pada periode tersebut antara lain St Moritz dan Mal Puri Indah 2.

Di kawasan lainnya pada periode yang sama, pusat perbelanjaan baru antara lain Pantai Indah Kapuk Mall (Jakut), Shopping Mall@Pancoran (Jaksel), Holland Village Mall (Jaktim), dan Grand Cipulir (Jaksel).

Pada saat ini, berdasarkan ukuran luasnya, sekitar 50% total suplai ritel 2014-2016 sedang dibangun. Sedangkan pusat ritel yang baru dibuka di Jakarta selama 2013 antara lain adalah Lotte Shopping Avenue (Jaksel), The Baywalk Pluit (Jakut), Cipinang Indah (Jaktim), dan Pondok Indah Street Gallery (Jaksel).

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda menyatakan pengembang bakal bersaing ketat dalam memperebutkan segmen pelanggan untuk sektor properti 2014 yang diprediksi semakin jenuh terutama setelah kenaikan BI rate.

“Para pengembang akan berlomba untuk memenangkan persaingan di pasar sempit di tengah perlambatan siklus properti dan ekonomi yang sedang berlanjut,” kata Ali Tranghanda.

Menurut dia, meski terjadi perlambatan di sektor properti tetap akan ada permintaan pasar sehingga harga properti diprediksi juga tidak akan jatuh tetapi hanya mengalami fenomena penundaan permintaan dari pasar.

Penulis: /NAD

Sumber:Antara

beritasatu.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me