Sektor Properti Jepang Semakin Terkontraksi, Ekonomi Masih Rawan

Big Banner

Hingga hari ini pemulihan perekonomian Jepang masih belum menunjukkan tren yang jelas paska kenaikan pajak penjualan nasional pada April lalu yang cukup berdampak pada menurunnya gairan belanja konsumen seperti belanja mobil dan rumah. Seperti hari ini (31/10/2014)misalnya, baru saja dilaporkan oleh Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Jepang, bahwa laju permintaan terhadap sektor perumahan di Jepang tercatat alami penurunan lebih lanjut pada bulan September lalu.

Tingkat pertumbuhan permintaan rumah tercatat turun 14,3 persen di tingkat tahunan pada bulan September lalu setelah juga sempat turun sebesar 12,5 persen pada bulan sebelumnya, bulan Agustus. Dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Japan Housing StartsOrder konstruksi yang diterima oleh 50 besar kontraktor di Jepang mencatat penurunan tajam dari 40,3 persen di tingkat tahunan pada bulan September, setelah sempat naik 8,6 persen di bulan sebelumnya.

Hari ini, Bank of Japan (BOJ) pun telah memutuskan untuk meningkatkan dan melanjutkan program stimulus moneter. Hal tersebut cukup mendorong penguatan bursa saham dan membawa pelemahan terhadap nilai tukar yen. Keputusan yang diambil oleh Kuroda ini jelas berada di luar dugaan dan cukup mengejutkan banyak pihak.

BOJ memastikan bahwa hingga hari ini perekonomian Jepang masih dalam potensi risiko dan bukan tidak mungkin akan kembali terjerumus dalam jebakan deflasi, sehingga untuk mendorong pertumbuhan terutama untuk mendorong tingkat konsumsi, kebijakan stimulus tambahan ini perlu diambil untuk menyeimbangkan kondisi perekonomian di negaranya.

 

 

Stephanie Rebecca/Equity Analyst At Vibiz Research Center/VM/VBN
Editor: Jul Allens

 

vibiznews.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me