Rupiah Melemah, Permintaan Ruang Kantor Ikut Terseret

Big Banner

SolusiProperti.com – Dua kondisi yang cukup rumit, saat ini tengah di hadapi pasar perkantoran di Jakarta, baik di dalam kawasan pusat bisnis maupun di luar,  yaitu turunnya permintaan ruang perkantoran, dan melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS. Dan akibatnya, beberapa pengelola gedung pun mulai melakukan aksi koreksi tarif sewa ruang perkantoran. Bagus Adikusumo, Director of Office Services Colliers International Indonesia mengatakan, koreksi harga atau tarif sewa yang terjadi berkisar antara 10% sampai 15%. Dan hal itu sudah dilakukan oleh empat pengelola gedung di Jakarta, antara lain Plaza BII, Kota Kasablanka, Mid Plaza, dan World Trade Center (WTC) II. 

Seperti yang di lansir Rumah.com, Bagus mengatakan, “Sudah sejak Desember 2013 lalu. Beberapa dari pengelola lainnya bahkan mulai memikirkan opsi mengenakan tarif dalam  , Rupiah atau Dollar AS”. Bagus menambahkan, kesamaan keempat gedung tersebut adalah mereka sama-sama memiliki tingkat okupansi yang relatif rendah. “Jadi kalau tingkat okupansi masih tinggi tidak akan melakukan koreksi harga,” imbuhnya. Bagus memprediksi, jika pelemahan permintaan berlanjut sampai kuartal II-2014 mendatang, maka para pengelola gedung perkantoran kemungkinan besar akan melakukan koreksi harga atau tarif sewa ruang perkantoran secara serempak.[a.f]

Pasar perkantoran Jakarta, baik di dalam kawasan pusat bisnis maupun di luar,  saat ini tengah dihadapkan pada dua kondisi pelik, yaitu turunnya permintaan ruang perkantoran, dan melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS.

solusiproperti.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me