Gereja Batman, Definisi Baru Rumah Ibadah

Big Banner

iDEAonline.co.id – Schneider+Schumacher meninggalkan arsitektur gereja pada umumnya. Alih-alih membuat bangunan satu menara dengan lonceng di puncaknya, Schneider+Schumacher membuat gereja “Batman” dengan bentuk yang memang mirip dengan topeng karakter pahlawan super Batman.

Sebenarnya, studio arsitektur yang berbasis di Frankfurt tersebut tidak ingin membuat gereja “Batman”. Para arsitek sekadar menggunakan bentuk gereja yang ada pada papan marka jalan penanda adanya rumah ibadat. 

Jadi, bentuk topeng Batman bukan sebuah kesengajaan. Memang, para arsitek juga tidak memungkiri bahwa gereja ini sekilas juga tampak seperti Batman atau karya origami khas Jepang. 

Apa pun alasan di balik pembuatan desainnya, karya Schneider+Schumacher berhasil memenangkan kompetisi desain dan membuat gereja yang dikelilingi oleh jalan raya sibuk, hotel, pom bensin, dan restoran cepat saji.

Berdasarkan keterangan arsitek Michael Schumacher, desain gereja ini seolah meneriakkan dari jauh identitasnya.

“Jika mendekat dari jauh, dari arah Dortmund atau dari area pelayanan jalan tol, gereja merepresentasikan versi bangunan dari marka jalan bergambar gereja. Meski dari eksteriornya tampak abstrak, (bangunan) ini tetap memberikan sinyal secara langsung, ‘Saya sebuah gereja!” ujar Schumacher.

Struktur kayu yang ada, dibangun dari elemen-elemen hasil produksi di luar situs gereja. Struktur ini kemudian digabungkan dengan kayu laminasi untuk menciptakan kekuatan bagi atap dan menara gereja. Setelah pemasangan, seluruh bagian gereja dan terutama area pintu masuk disemprot dengan polyurethane putih untuk mencegah kelembaban. 

Bentuknya yang tidak biasa membuat gereja ini butuh solusi tidak biasa pula dalam menempatkan jendela. Jendela diletakkan di kedua “menara” yang memasukkan sinar matahari ke dalam gereja. Cahaya “berkumpul” di altar hingga memberikan kesan terpusat. 

Sementara itu, beberapa lampu tambahan juga tersedia dan disembunyikan di antara struktur kayu. Cara ini membuat pencahayaan tambahan terasa seperti cahaya matahari yang menyelinap dari struktur. Di dalam, bangunan gereja ini terasa sangat berbeda dengan bagian luarnya.

“Interiornya memang dimaksudkan sebagai kejutan, berbeda dengan ekspektasi yang mulai timbul karena eksteriornya. Eksteriornya abstrak, interiornya hangat, ramah, magis, dan suci, mengantarkan Anda ke dunia berbeda,” tambah Schumacher.

Benarkah adanya? Simak sendiri struktur yang dibuat dari 66 rusuk kayu dan didesain menggunakan perangkat lunak model komputer ini.

Sumber: properti.kompas.com

ideaonline.co.id

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me