Ingin Membeli Properti Di Serpong, Perhatikan Hal Berikut

Big Banner

SolusiProperti.com – Kalau berbicara masalah perkembangan properti, di setiap daerah yang ada di Indonesia memiliki perkembangangn tersendiri. Termasuk dengan erkembangan properti di Serpong, dan bisa di katakan perkembangan properti di sini sangat pesat, terutama sejak Grup Sinar Mas masuk mengembangkan BSD City di 2004. Bahkan nilai properti di kawasan ini berhasil menyalip Cibubur yang sempat jadi primadona sejak mulai dikembangkan pada 1997. 

Menurut Mokhamad Bakhtiar Azami, Serpong memiliki tiga kawasan paling prospektif, yakni Gading Serpong, BSD City, dan Alam Sutera. “Memang pasar properti di Serpong di-drive oleh developer,” jelas Principal Gudang Property ini. Kawasan Serpong menjadi sangat menarik, imbuh Bakhtiar, karena lokasinya tidak jauh dari Jakarta. Beberapa faktor lain, seperti fasilitas mendukung—berupa mal, rumah sakit, dan sekolah—juga mendorong nilai investasi. Di sisi lain, infrastruktur dan akses yang baik juga menjadi pertimbangan.

Bakhtiar mengungkapkan, saat ini harga tanah di Serpong berkisar Rp4 juta/m² – Rp25 juta/m², tergantung lokasi dan fasilitas yang dimiliki. “Untuk rumah, harganya berkisar Rp700 juta – Rp20 miliar per unit. Namun di ketiga perumahan besar tersebut, harganya sudah bermain di kisaran Rp1 miliar,” paparnya. “Sementara rumah yang paling banyak terserap pasar di Serpong berkisar Rp1 miliar – Rp2 miliar.”

Lebih lanjut, Bakhtiar menuturkan, capital gain rumah di Serpong berkisar 15% – 20%, sedangkan properti komersial seperti ruko bisa mencapai 25% – 30%, “Apartemen juga banyak diminati di Serpong. Yield untuk apartemen bisa mencapai 10%, sedangkan capital gain berada di angka 15% – 20%,” tambah Bakhtiar. Di sisi lain, perkantoran juga mulai menjamur di Serpong. Menurut Bakhtiar, sektor perkantoran lebih banyak  diisi tenant dari sektor perbankan, terutama untuk menjaring konsumen di Serpong.

Saat ditanya apakah properti di Serpong sudah over value, Bakhtiar menampiknya. Menurutnya, hal tersebut telah dikemukakan beberapa tahun belakangan, namun pada kenyataannya, penjualan properti di Serpong dalam setahun terakhir seperti tidak terpengaruh. “Beberapa bulan terakhir ini memang terjadi penurunan penjualan, tetapi saya rasa lebih disebabkan karena faktor Pemilu tahun depan,” pungkas Bakhtiar.[a.f]
 

solusiproperti.com