Taiwan Jajaki Investasi Ke Lippo Cikarang

Big Banner

SolusiProperti.com – PT Lippo Cikarang Tbk menerima 20 orang tim delegasi investasi dari Taiwan. Kehadiran delegasi tersebut untuk menjajaki kemungkinan investasi di Indonesia, khususnya di kawasan industri Lippo Cikarang.  

Di antara 20 anggota delegasi Taiwan itu hadir Chen Wen Bin, Deputy General Director Department of Investment Services (DOIS), Ministry of Economic Affairs (MOEA) beserta stafnya, serta Jack Liang, Project Manager Taiwan External Trade Development Council (Taitra). DOIS adalah salah satu unit dari MOEA yang bertanggung jawab sebagai promosi untuk investasi luar negeri Taiwan. Adapun para delegasi lainnya mewakili berbagai bidang usaha berbeda mulia software, alat-alat kesehatan, alat berat, makanan, karoseri mobil, dan lainnya. 
 
Terkait pertemuan tersebut, Chief Executive Officer (CEO) PT Lippo Cikarang Tbk, Meow Chong Loh, menjelaskan bahwa kehadiran delegasi Taiwan memang terkait dengan misi Taiwan di 2014, yaitu menjadikan Indonesia sebagai tujuan investasi. Taiwan merupakan salah satu investor terbesar di Lippo Cikarang setelah Jepang dan Korea Selatan.
 
Kepada para anggota delegasi itu Loh menjelaskan tentang potensi investasi kawasan industri dan proyeksi pengembangan kawasan Lippo Cikarang ke depan, termasuk pengembangan Orange County seluas 322 hektar sebagai salah satu pusat bisnis di Koridor Timur Jakarta. Bersama kelompok Mandiri Group dalam bentuk Kerja Sama Operasi (KSO), saat ini Lippo Cikarang tengah mengembangkan Kawasan Industri Delta Silicon 8 (DS 8) seluas 266 hektar. 
  
“Untuk kawasan Orange County total investasinya Rp 250 triliun dan kami awali dengan pengembangan MaxxBox Orange County seluas 6 hektar,” kata Loh kepada Kompas.com, Rabu (5/11/2014). 
 
Nantinya, MaxxBox dilengkapi dengan berbagtai fasilitas, mulai hiburan sampai pendidikan , misalnya Japanese School. Rencananya, MaxxBox diluncurkan pada November 2014 ini.
 
“Ke depan Orange County sendiri kami proyeksikan sebagai sentra bisnis terbesar di wilayah Koridor Timur Jakarta,” ujar Loh. 
 
Tahun ini pendapatan Lippo Cikarang masih ditopang penjualan oleh tanah industri dan komersial. Penjualan tanah industri dan komersial pada Q3 2014 mencapai Rp 805,14 miliar.
 
“Bahkan pertumbuhan manufaktur otomotif di Koridor Timur sangat pesat. Diperkirakan 60 persen output dari total perakitan kendaraan bermotor seperti: mobil, motor dari Koridor Timur dan  Lippo Cikarang yang berada di Koridor ini menjadi potensial untuk berinvestasi,” ujarnya.
 
 
 
SUmber: Kompas.com

solusiproperti.com