Apresiasi dan Jalan Panjang untuk Diakui…

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – The price of success is hard work, dedication to the job at hand, and the determination that whether we win or lose, we have applied the best of ourselves to the task at handVince Lombardi.

Kesuksesan tidak jatuh begitu saja dari langit. Ada kerja keras, dedikasi, determinasi dan implementasi hal-hal paling baik yang kita miliki. Pada gilirannya sebuah apresiasi pun menghampiri sebagai bentuk pengakuan atas apa yang telah kita perbuat.

CEO Relife Property, Ghofar Rozaq Nadzila, mengatakan penghargaan macam Indocement Awards bukanlah final sebuah tujuan, melainkan bagian proses dari jalan panjang membangun eksistensi yang bermanfaat bagi entitas, karyawan, dan ummat.

“Kami senantiasa memberikan yang terbaik buat konsumen. Mulai dari desain, kualitas bangunan, harga yang relatif terjangkau, konsep pengembangan berkelanjutan, serta setia pada tiga pilar utama. Tiga pilar tersebut adalah social sustainability, economic sustainability, dan environmental sustainability,” papar Ghofar usai menerima penghargaan Indocement Awards 2014 kategori Pengembang Terbaik Regional Jawa Barat, kepada Kompas.com, Selasa (11/11/2014) malam.

Penghargaan juga bisa dianggap sebagai representasi pengakuan atas pembuktian mengenai perencanaan matang yang terukur. Dalam perspektif rancangan bisnis properti yang terukur itu adalah secara finansial, dampak lingkungan, dampak ekonomi, dan juga kenyamanan konsumen.

Direktur Marketing PT Alam Sutera Realty Tbk., Lilia Sukotjo, menegaskan tampilnya Alam Sutera sebagai Pengembang Terbaik Nasional untuk kategori Pembangunan Berkelanjutan, tidak didapat dengan jalan pintas.

“Kami punya komitmen tidak sekadar membangun. Kami memiliki visi jauh ke depan yang terukur dan berdampak positif pada konstelasi bisnis dan industri properti terutama pemenuhan kebutuhan hunian yang layak dan memberikan nilai lebih untuk investasi,” jelas Lilia.

Sementara Presiden Direktur PT Rekayasa Industri (Rekind), Firdaus Syahril, berpendapat kesuksesan mendapat penghargaan adalah sebuah komitmen nasionalisme bagi bangsa, masyarakat dan negara.

“Apresiasi Indocement Awards semakin melecut kami untuk terus membangun Indonesia khususnya di sektor infrastruktur agar bisa sejajar dengan negara lainnya di dunia. Sebagai perintis dan satu-satunya di bidang EPC dan Solusi Industri siap bersaing dengan pemain asing. Saat ini kami terbaik dan memimpin di kawasan regional Asia Tenggara,” papar Firdaus mengenai Rekind yang mendapat pengakuan sebagai Kontraktor Terbaik Nasional untuk Infrastruktur.

Dan apresiasi juga bisa dimaknai sebagai batu lompatan untuk karya yang lebih besar bagi kemajuan masyarakat dalam tataran realita. Empat mahasiswa Universitas Kristen Maranatha, Bandung, yakni Roi Milyardi, Febrina Vienna Soulisa, Franz Purnomo, dan Willy Tanjaya memahami penghargaan sebagai ranah besar penuh tantangan untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi.

“Kami membuktikan bahwa membangun rumah melalui sistem modul itu bisa menghemat biaya, tenaga kerja dan waktu. Hanya dengan Rp 55 juta, 4 tukang bangunan dan satu mandor, rumah berbasis modul bisa terbangun dalam waktu 2 hari saja,” papar Febrina saat didapuk menjadi Juara Harapan II kategori Semen Tiga Roda Fabricated House Competition.

Pada akhirnya, pemaknaan atas penghargaan tak sebatas sebuah kebanggan. Melainkan pelibatan karsa, karya, dedikasi, kontribusi, komitmen, dan juga tekad untuk menjadi yang terbaik. Bersama, membangun dalam hal-hal bagus tentang Indonesia, tentang negeri kita tercinta.

properti.kompas.com