Karpet Sintetis Yang Aman

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Ruangan tanpa karpet rasanya kurang lengkap. Aksesoris ini bisa menjadi elemen pembeda dan penunjang estetika interior. Untuk aplikasi di rumah model karpet dikenal dengan istilah area rug (permadani) karena ukurannya sudah standar. Yakni (panjang x lebar) 1,2 x 1,7 m, 1,6 x 2,3 m, 2 x 3 m, 2,4 x 3,4 m, sampai 3 x 4 m. Berbeda dengan model broadloom carpet yang desain dan ukurannya bisa disesuaikan.

Karpet berbahan polypropelene tergolong paling aman dipakai.

Karpet berbahan polypropelene tergolong paling aman dipakai.

Selain karpet alami, kita mengenal karpet sintetis dari polypropelene, polyester, nilon, akrilik, dan viscose. Bulu-bulu karpet ini lebih kasar dan panas ketimbang karpet alami yang halus. Harganya juga lebih murah. Menurut Loli, Manager Marketing Fio Home, showroom karpet dan lantai kayu di bilangan Dharmawangsa Square, Jakarta Selatan, bulu- bulu karpet memiliki karakter berbeda.

“Ada yang mudah copot, ada yang kuat. Sebab itu selain memilih karpet sesuai penempatan, perlu juga diperhatikan kesehatan penghuni. Apakah ada yang alergi dengan bulu atau tidak,” katanya. Bulu-bulu karpet polypropelene sangat kuat dan tidak copot jika ditarik kencang atau digosok. Begitu pun karpet polyester dan nilon. Karpet polypropelene tergolong sangat populer dan banyak dijual.

Sebaliknya karpet akrilik bulu-bulunya mudah lepas, sama dengan karpet alami. Bahkan, diduduki saja bulu-bulunya menempel di pakaian. “Kelebihannya, karpet akrilik dan polyester lebih lembut dan empuk. Karpet polyester juga lebih berkilau (shiny),” kata Carolyne, Manager Golden Dragon Carpets & Rugs, showroom karpet lain di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Jadi, bagi yang alergi dengan bulu, sebaiknya tidak memasang karpet akrilik.

Karpet berbahan viscose juga lembut menyerupai sutera. Karena itu suka disebut sutera sintetis. Viscose berasal dari polimer organik yang terbuat dari bubur kayu. Dibanding sutera dan akrilik/polyester, viscose ada di tengah-tengah. Tapi, karena bulu-bulu viscose juga rentan lepas, penggunaan karpet ini juga tidak disarankan di rumah penderita alergi tinggi atau asma.

Merawat Karpet

Menurut Carolyne, perawatan karpet harus dilakukan sejak pertama kali dibeli. Karpet baru khususnya karpet sintetis harus di-vakum pada hari-hari pertama pemakaian, minimal sehari dua kali agar bulu-bulunya segera terbuka dan mencegahnya menjadi keras yang akan menyulitkan perawatan. Selanjutnya karpet perlu dibersihkan secara berkala agar tidak menjadi sarang kuman dan bisa dipakai untuk jangka waktu lama.

Jika ingin mengepel lantai, gulung karpet lebih dulu sebelum dipindahkan ke tempat kering. Pastikan lantai benar-benar kering sebelum karpet dipasang kembali.

Setiap hari vakum karpet untuk mengangkat debu dan kotoran yang menempel. Sebelum menyedot permukaan karpet, sikat dulu rumbai-rumbai bulunya dengan sikat karpet atau sapu lidi. Setelah dibersihkan, tekuk rumbai ke bawah karpet agar tidak tersedot oleh vakum saat membersihkan permukaan karpet.

Bila karpet terkena tumpahan makanan dan minuman, segera serap dan bersihkan dengan lap kering. Sekiranya bisa dijemur (karena ukurannya relatif kecil dan mudah diangkut) jangan tunda, segera melakukannya sehingga karpet tidak berbau apak. Namun bila karpet sangat besar, serap bagian karpet yang basah itu dengan lap kering lalu dianginanginkan.

Jika makanan dan minuman yang tumpah meninggalkan noda pada karpet, siapkan kain lap yang sudah dicampur dengan air deterjen. Peras dulu kain lap yang sudah dibasahi cairan deterjen itu sebelum diusapkan pada karpet. Setelah noda hilang, serap lagi karpet dengan kain lap kering. Jangan menggunakan sikat untuk menghilangkan noda makanan atau minuman karena akan merusak bulu-bulu karpet.

Bila karpet terkena kotoran yang sangat membandel seperti kotoran binatang peliharaan rumah, jangan tunda untuk segera membawanya ke pencucian karpet. Biasanya outlet penjualan karpet juga menyediakan jasa pencucian dengan biaya Rp50 ribu/m2 atau Rp300–500 ribu tergantung ukuran.

Sumber: Majalah HousingEstate

Dapatkan Majalah HousingEstate di toko buku atau agen terdekat. (Lihat: Daftar Retailer)
atau
Unduh versi digitalnya WayangForce, Scoop & Scanie

housing.estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me