Rakernas REI Akan Soroti Soal Perizinan

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Realestat Indonesia (REI) yang akan berlangsung pada 18-20 November 2014 di Jakarta akan memfokuskan pada pembahasan soal perizinan. Ini sesuai dengan janji Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang member kemudahan dan mempersingkat pemberian izin untuk dunia usaha.

Ilustrasi : Perumahan Menengah

Ilustrasi : Perumahan Menengah

“Pelaku bisnis itu yang penting ada kepastian, kalau betul presiden akan merealisasikan perizinan rampung dalam tiga hari, efeknya akan sangat bagus untuk sektor properti yang akan menunjang perekonomian makro secara keseluruhan,” ujar Adrianto P. Adhi, Ketua Penyelenggara Rakernas REI, kepada media di Kantor DPP REI di Jakarta, Rabu (12/11).

Rakernas ini akan diikuti anggota REI dari seluruh Indonesia. Selain membahas soal perizinan, Rakernas 2014 yang mengambil tema “Perumahan untuk Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat” ini  juga akan mengevaluasi dan merumuskan program-program kerja REI dan memberikan rekomendasi ke pemerintah dan stakeholder terkait kebijakan di sektor perumahan. Rakernas juga akan diisi seminar dengan pembicara menteri Kabinet Kerja,  Gubernur Bank Indonesia, Dirjen Pajak,  dan Komisioner OJK.

Menurut Ketua DPP REI Eddy Hussy, dalam kesempatan Rakernas  ini pihaknya juga akan mendorong anggota REI dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama membantu pemerintah menyediakan hunian layak dan terjangkau. Untuk itu pelaku pembangunan perumahan dan pengambil kebijakan harus sering bertemu untuk menyamakan persepsi.

“Banyak program pemerintah prorakyat yang harus didukung, tapi saat ini ada beberapa kebijakan yang sudah tidak  sesuai lagi dengan iklim usaha dan kondisi di lapangan. Ini menjadi kendala untuk pengediaan perumahan rakyat,” katanya.

Theresia Rustandi, Wakil Ketua Umum DPP REI, menyebutkan,  soal perizinan dan pajak merupakan masalah klasik di sektor property. Tapi sampai sekarang persoalan ini belum ada terobosan.  “Ini bukan masalah baru, tapi jadi key factor untuk industri properti, yaitu izin lokasi, tanah, pembiayaan, dan pajak,” tandasnya.

Editor: H. Prasojo

housing.estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me