Cibubur! Serpong di Tenggara Jakarta

Big Banner

Cibubur dan Serpong adalah dua kawasan yang mulai tumbuh di awal 1990-an

 

 

Pengembang pasti mengelu-elukan sebuah kawasan sebagai yang prospektif di masa depan. Apalagi jika dilokasi itu terdapat sejumlah proyek miliknya. Namun, obyektifkah jika mengatakan bahwa Cibubur adalah The Next Serpong? Kompas beberapa waktu lalu pernah mengutip Direktur Ciputra Group, Sugwantono Tanto, yang memaparkan perkembangan Cibubur beserta kondisi lalu lintasnya.

“Cibubur punya sumber daya yang mirip Serpong. Ada akses yang mirip Jalan Raya Serpong, yakni Jalan Transyogie yang tersambung langsung dengan Tol Jagorawi. Selain itu, Jumlah kelas menengah semakin bertumbuh, dan terdapat industri di sekitarnya seperti kawasan Narogong, Cileungsi, dan Bekasi,” ujar Sugwantono.

 

Cibubur memang pesat pertumbuhannya. Siapa yang menyangka jika kawasan yang pada era 1980-an hanya dikenal karena bumi perkemahan Pramuka itu, kini telah menjadi kawasan hunian pilihan. Semakin ke timur, pengaruh perkembangan industri di Cileungsi, Citeureup dan Jonggol turut menjadi pemicu hadirnya perumahan di sana. Rumah123.com mencatat, ada lebih dari 100 perumahan yang berkiblat ke Jalan Transyogie Cibubur. Ada 54 perumahan yang memiliki luas lahan 5 hektar. 10 perumahan dikembangkan dengan konsep perumahan berskala kota karena memiliki luas lahan di atas 100 hektar.

 

Hal yang sama juga dengan Serpong. Siapa menyangka kebun karet yang hingga tahun 1990 masih relatif kosong itu, kini menjadi barometer properti paling wahid di Indonesia? Ya, nyaris tak terhitung sudah berapa banyak developer dari berbagai skala pengembangan yang mengais untung di kawasan ini. Semarak tidak hanya perumahan. Apartemen pun tak kalah marahnya. Ini yang agak membedakan Serpong dengan Cibubur. Boleh jadi karena pertumbuhan Cibubur yang membentuk koridor hingga Cileungsi bahkan Jonggol, masih menyisakan ketersediaan lahan yang cukup ketimbang Serpong.

 

Meski Sugwantono Tanto mengatakan dari sisi akses, Cibubur menyerupai Serpong, namun catatan Rumah123.com menunjukkan bahwa bagaimana pun Serpong masih lebih unggul dengan memiliki 1 jenis moda transportasi. Jenis ini tidak dimiliki Cibubur, yakni jalur transportasi kereta api. Konektivitas Serpong dengan kawasan sekitar seperti Bintaro dan Pamulang via kereta api, tidak dimiliki Cibubur. Demikian pun jika ditengok dari keberadaan ruas tol. Serpong unggul karena memiliki ruas tol Jakarta-Merak dan ruas tol Pondok Indah – Serpong yang di tengahnya ada simpangan Tol Ciledug-Meruya yang bisa menjadi alternatif bagi warga Serpong menuju ke bandara atau Jakarta.

 

Cibubur mungkin akan lebih pesat lagi pertumbuhannya jika ruas tol JORR 2 yang menghubungkannya dengan Cikarang dan melingkar terus hingga Marunda, Tanjung Priok sudah beroperasi. Hal lain yang dapat membuat Cibubur mengejar ketertinggalannya dari Serpong adalah ketika mulai tumbuhnya kawasan bisnis dan jasa di Cibubur, sebagaimana Serpong yang kini mulai dijejali oleh kehadiran beberapa gedung perkantoran dan office park. (Foto: Istimewa)

 

rumah123.com