Harga Tanah di Serpong Maksimal Rp15 Juta/M2

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Bila menyebut kawasan Serpong, Tangerang, Banten, yang terbayang pasti kawasan yang telah berkembang menjadi sentra hunian menengah atas, komersial, dan perkantoran. Itu tidak salah karena di Serpong memang menjadi kantong hunian elit,  seperti BSD City, Alam Sutera, Summarecon, Paramount Serpong.

Pengembangan hunian kelas atas dengan segala macam fasilitasnya itu mendongkrak harga tanah di kawasan. Terlebih mayoritas pembelinya konsumen investor yang punya daya beli tinggi. Sejumlah pihak  menyebut harga tanah di Serpong sudah kelewat tinggi. Di beberapa lokasi tertentu harganya  mencapai Rp20 juta/m2. Ini lebih tinggi dari harga tanah di sebagian wilayah  Jakarta Barat yang hanya  Rp10 juta-Rp15 juta/m2.

Kawasan BSD City

Kawasan BSD City

Menurut Lilly Tjahnadi, praktisi dan konsultan bisnis properti, setiap wilayah memiliki ekuilibrium nilai lahannya masing-masing. Ia menyebut harga tanah di Serpong secara riel tidak setinggi itu. Ada yang sengaja menghembuskan  harganya sedemikian tinggi dengan tujuan memanaskan pasar.

“Saya juga punya tanah di Serpong, kalau memang harganya Rp20 juta/m2 saya nggak ragu untuk  menjual. Ekuilibrium di Serpong itu maksimal Rp15 juta/m2 untuk area komersial, untuk hunian maksimal Rp11 juta-Rp12 juta/m2. Kalau ada yang menyebut sampai Rp20 juta/m2, itu bohong,” ujarnya kepada housing-estate.com di Jakarta, Jumat (14/11).

Ia mengakui Serpong dengan segala kelebihannya (fasilitas, infrastruktur, akses) merupakan  kawasan yang pertumbuhannya sangat cepat. “Sekarang dengan adanya jalan tol JORR W2, kawasan ini semakin diincar karena semakin mudah diakses dari Jakarta Barat,” imbuhnya.

Editor: H. Prasojo

housing.estate.com