Kamar Hotel Barack Obama Termahal di antara Pemimpin Dunia Lainnya

Big Banner

KOMPAS.com – Menjamu para pemimpin dunia bukanlah sebuah hal mudah, terutama untuk urusan penginapannya. Tentu, dibutuhkan banyak aspek pertimbangan, mulai dari keamanan sampai kenyamanannya.

Australia dalam waktu dekat akan menghadapi hal itu. Salah satu kotanya, yakni Brisbane akan menjadi tuan rumah dalam pertemuan G20 akhir pekan ini. Mereka yang hadir antara lain Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, Perdana Menteri Inggris, David Cameron, dan Pemimpin Rusia, Vladimir Putin, serta lainnya akan tinggal sementara di Queensland City.

Di Queensland City, Obama akan menginap di Hotel Marriott. Orang nomor satu di AS itu akan menghabiskan biaya 1.370 poundsterling atau setara dengan Rp 26 juta lebih per malamnya.

Hotel Marriott terdiri dari 28 lantai dan 263 kamar, empat diantaranya masuk dalam kategori suites. Ada juga 10 ruang rapat dengan total luas mencapai 7.750 meter persegi. Sarapan prasmanan di hotel ini seharga 19 poundsterling atau lebih dari Rp 363 ribu namun dengan harga yang sama rasanya Obama akan sarapan ala Amerika agar lebih terasa di ‘rumah’ sendiri.

Kamar tempat Presiden AS, Barack Obama, menginap adalah sebuah presidential suite yang dilengkapi kasur berukuran besar dan area bermain seluas 131 meter. Pemandangan Sungai Brisbane di luar kamar bisa menjadi peredam stres setelah melakukan pertemuan.

Kamar Obama juga dilengkapi berbagai fasilitas, seperti spa yang diberikan langsung oleh pemenang penghargaan, Dome Spa Retreat. Selain itu, ada juga Motion Bar & Grill, sebuah restoran dengan dapur terbuka dan tempat duduk di ruang terbuka, serta M Bar, sebuah bar kelas atas.

Tak hanya itu. Pengamanan ekstra ketat juga dilakukan di seluruh lantai tempat kamar Obama berada. Semua kaca dan kasur di kamar yang berada satu lantai dengan Obama disingkirkan untuk menghindarkan sang presiden dari intaian mata-mata.

Lebih Murah

Tak jauh dari hotel Obama menginap, Presiden China Xi Jinping menempati Stamford Suite di Stamford Plaza. Jinping menghabiskan 925 poundsterling atau lebih dari Rp 17 juta per malamnya di hotel itu.

Memang, meskipun terhitung lebih murah, Jinping mendapatkan kamar lebih luas daripada Obama. Dia memiliki ruang seluas 250 meter persegi untuk dinikmati. Selain ada piano di dalamnya, disediakan juga spa yang langsung menghadap ke sungai dan sebuah teras hangat pribadi untuk relaksasi.

Sementara itu, Perdana Menteri Inggris, David Cameron, beristirahat di Treasury Hotel. Biaya menginap di kamar ini mencapai 690 poundsterling atau lebih dari Rp 13 juta per malamnya.

Namun, harga lebih murah lagi didapatkan oleh Perwakilan PBB yang juga Presiden Myanmar, Thein Sein. Ia menyewa kamar di Hotel Gambaros dengan biaya per malamnya 650 poundsterling atau setara Rp 12,5 juta. Untuk harga itu, Sein mendapatkan dua kamar tidur besar dengan dua rainfall showers dan sebuah balkon di masing-masing kamar.

Lain halnya dengan pemimpin Rusia, Vladimir Putin, yang tinggal di Hotel Hilton. Ia menginap di sebuah suite besar seharga 335 poundsterling atau lebih dari Rp 6 juta per malamnya. Pun, dengan Raja Arab Saudi, King Abdullah, memilih manor suite di Sanctuary Cove Gold Coast seharga 270 poundsterling atau senilai Rp 5,1 juta per malamnya.

Bahkan, Perdana Menteri Australia “hanya” memilih deluxe king suite seharga 170 poundsterling atau senilai Rp 3,2 juta per malamnya dengan pemandangan Sungai Rhydges. Kanselir Jerman, Angela Merkel, juga memilih tinggal di Hotel Four Points. Adapun Perdana Menteri India, Narendra Modi, berada di Hotel Sofitel bersama dengan Presiden Perancis, Francois Hollande.

Namun, ternyata, pilihan menginap paling murah menjadi milik Perdana Menteri Jepang, Shinzo. Ia menyewa kamar di Hotel Novotel. Per malamnya, Shinzo mesti membayar 110 poundsterling atau sama dengan Rp 2,1 juta rupiah.

Sayangnya, tak tercatat di mana Presiden RI, Joko Widodo atau Jokowi akan menginap. Karena setelah mennghadiri Asia Pasific Economic Cooperation (APEC) Economic Leaders’ Meeting di Beijing, Tiongkok, dan ASEAN Summit di Myanmar pada 12-14 November 2014 ini, Presiden RI Jokowi juga direncanakan melanjutkan perjalanan ke G20 Leaders’ Summit di Brisbane, Australia, pada 15-16 November 2014.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me