Bisnis Perhotelan Hong Kong Terganggu Aksi Demonstrasi

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Aksi demonstrasi mahasiswa dan pelajar di Hong Kong yang sudah berlangsung sekitar tiga bulan membawa dampak buruk terhadap dunia usaha. Selain sektor ritel yang ikut terpukul bisnis perhotelan. Konglomerat Thomas Kwok menyatakan, aksi itu mulai membebani pemesanan hotel di bawah kelompok usahanya, Sun Hung Kai Properties Ltd (SHKP).

Ritz Carlton Hong Kong

Ritz Carlton Hong Kong

Pengembang terbesar di Hong Kong ini  mempunyai 14 hotel di Hong Kong, baik dikelola dengan brand sendiri maupun oleh operator hotel internasional, seperti Ritz-Carlton dan Four Seasons.  Joint-Chairman and Managing Director SHKP itu mengungkapkan kalau pendapatan hotel-hotelnya  selama September–Oktober 2014 lebih rendah 5-10 persen dari yang ditargetkan. Ritz Carlton Hong Kong, contohnya, turun 10 persen dari target.

Pendapatan SHKP dari lini bisnis hotel selama enam bulan 2014 adalah sebesar 3,93 miliar dolar Hong Kong atau sekitar Rp6,2 triliun.  “Dampaknya saat ini memang tidak terlalu terasa, tapi kita sudah bisa lihat bahwa pemesanan kamar pada bulan-bulan mendatang akan lebih rendah dari pencapaian tahun lalu,” kata Kwok. Karena itu Kwok menilai, jika kondisi ini berlanjut tanpa kejelasan, bisnis hotel dan perekonomian Hong Kong akan sangat terganggu.

(Sumber: Bloomberg)

Editor: H. Prasojo

housing.estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me