Tertarik Rumah Seharga Rp 100 Jutaan? Liriklah Maja

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com — Mudah dimafhumi bila harga rumah sekarang dinilai sudah tidak masuk akal. Rumah-rumah di pinggiran Jakarta saat ini sudah menembus level di atas Rp 1 miliar dengan ukuran tipe 38/171 di Serpong, atau tipe 69/196 di Pamulang.

Kalaupun ada rumah yang ditawarkan dengan harga di bawah Rp 1 miliar, lokasinya terpencil dengan aksesibilitas yang sulit dijangkau. Akibatnya, waktu yang harus ditempuh untuk menuju pusat aktivitas atau kota Jakarta bisa selama 1,5 jam hingga 2 jam perjalanan.

Sudah harga rumah selangit, ongkos transportasi pun ikut meroket hanya karena lokasi rumah yang berada di pinggiran dan bukan di dalam kawasan favorit. Ujung-ujungnya, kualitas hidup pun ikut anjlok karena waktu bersama keluarga tergerus lamanya perjalanan ulang alik rumah-tempat aktivitas (kerja).

Menyadari kebuntuan tersebut, Ciputra Group melalui PT Ciputra Residence berkolaborasi dengan PT Mandiri Mega Jaya, mengembangkan kota baru Citra Maja Raya seluas 2.000 hektar di Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Banten.

Direktur PT Ciputra Residence Agus Surya Widjaja menguraikan, pengembangan kota baru tersebut berbasis transit (transit oriented development atau TOD) sehingga memudahkan penglaju (komuter) untuk secara ulang alik melakukan aktivitas pekerjaannya sehari-hari dalam waktu tempuh yang efektif dengan cara yang efisien.

“Konsep kota baru berorientasi TOD kami kembangkan dengan mempertimbangkan tingginya kebutuhan hunian yang dekat dengan hub transportasi, baik melalui kereta rel listrik (KRL), maupun jalan bebas hambatan (tol),” urai Agus kepada Kompas.com, Senin (17/11/2014).

Citra Maja Raya, tutur Agus, dirancang sebagai kota baru dan mandiri dengan basis ekonomi jasa (serviced base oriented) yang dapat ditempuh melalui jalur KRL Commuter Line rute Maja-Serpong-Tanah Abang-Jakarta dan kelak jalan Tol Serpong-Maja (50 kilometer) dan Balaraja-Maja (40 kilometer).

Selain dikembangkan sebanyak 200.000 hunian, perumahan ini juga dilengkapi fasilitas umum, sosial, dan komersial seluas 20 persen dari total luas area.

“Ketika pada saatnya nanti warga dan komunitas sudah terbentuk, akan dibangun pusat-pusat bisnis dan komersial berorientasi jasa yang akan menjadi basis ekonomi kota baru ini,” imbuhnya.

Agus menambahkan, Citra Raya Maja dibangun dalam beberapa tahap pengembangan. Tahap pertama seluas 500 hektar dengan jumlah 50.000 unit. Sebanyak 75 persen hingga 80 persen di antaranya merupakan rumah sederhana bertipe 22/60, 27/72, dan 36/72.

“Pembangunan 500 hektar tahap pertama akan diselesaikan dalam waktu tiga hingga empat tahun. Sebagai bagian dari Kota Kekerabatan Maja, kami terpacu untuk mempercepat akselerasi pembangunan,” kata Agus.

Adapun harga yang ditawarkan sebelum dilansir resmi kepada publik pada awal Desember 2014 adalah Rp 100 juta hingga Rp 110 juta per unit.

“Sejauh ini sudah terdapat 10.000 peminat saat kami melakukan tes pasar. Harga akan naik pada rilis perdana, serta setelah kepastian perubahan tarif BBM,” pungkas Agus.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me