Pengembang Tunggu Efek Kenaikan Harga BBM sampai Januari

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Presiden RI Joko Widodo akhirnya menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Untuk bensin premium yang sebelumnya Rp 6.500 menjadi Rp 8.500, sedangkan solar dari Rp 5.500 menjadi Rp 7.500.

Kenaikan harga BBM pada bensin dan solar diprediksi akan memengaruhi harga properti. Meski begitu, menurut Presiden Direktur Majestic Land, Wisnu Tri Anggoro, kenaikan harga tersebut sudah diantisipasi oleh mereka sebagai pengembang.

“Kita sudah spare harga untuk mengantisipasi kenaikan BBM. Kalau harga BBM memang membuat harga bahan baku naik, baru harga dimungkinkan berubah. Harga bisa kita atur sendiri,” ujar Wisnu di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (18/11/2014).

Wisnu menuturkan, saat ini Majestic Land akan mulai menjual kondotel Royal Kamuela yang harganya dipatok 575.000 dollar AS atau Rp 6,98 miliar per unit. Harga sewanya adalah Rp 5 juta per unit/malam.

Dia menambahkan, harga tersebut ditetapkan pada saat harga BBM belum naik. Wisnu mengaku ingin melihat perkembangannya dalam beberapa waktu mendatang sebelum menaikkan harga tersebut.

“Kita lihat dulu sampai Januari, seberapa besar pengaruhnya,” kata Wisnu.

Sebelumnya, hal serupa juga diungkapkan oleh Ketua Umum DPP REI, Eddy Hussy. Eddy mengaku belum yakin kenaikan harga BBM langsung memengaruhi harga properti.

“Harga BBM naik itu pasti, tapi kami belum bisa menentukan angka pasti naiknya berapa. Pengembang juga akan menunggu kabar dari suplier bahan bangunan dan materialnya, apakah naik juga atau seperti apa,” jelas Eddy, di Jakarta, Sabtu (16/11/2014).

Menuutnya, jika memang harga properti harus naik, para pengembang tidak akan terlalu besar mematok angkanya. Hal itu disebabkan karena banyaknya masyarakat menengah di Indonesia yang membutuhkan hunian, baik landed house maupun apartemen.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me