Potensi Bali Masih Luas, Melebihi Abu Dhabi…

Big Banner

JAKARTA, KOMPAS.com – Pertumbuhan bisnis perhotelan di Bali terus mengalami peningkatan pada beberapa tahun terakhir. Investasi di Pulau Dewata itu pun menjadi menguntungkan.

Hal tersebut dimanfaatkan oleh Majestic Land dalam mengembangkan kondotel di Ubud, Bali. Direktur Utama Majestic Land, Wisnu Tri Anggoro, menyebutkan besarnya potensi Bali yang bahkan melampaui Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

“Bali selalu jadi destinasi untuk liburan, khususnya bagi pasangan yang baru menikah. Pasar properti di Bali masih luas, bahkan potensinya melebihi Abu Dhabi,” ujar Wisnu, Selasa (18/11/2014).

Wisnu menuturkan, selain keindahan alamnya, Bali juga menyimpan adat istiadat yang ditunjukkan oleh penduduknya. Menurut dia, di situlah potensi pasar Bali sangat menjanjikan.

Atas dasar itulah, lanjut dia, Majestic Land membangun kondotel Royal Kamuela Villas Sebatu. Kondotel tersebut dibangun sesuai kontur bukit di kawasan Ceking, Ubud, Bali.

Dibangun di atas lahan seluas 10.000 meter persegi, total unit kondotel yang dibangun itu mencapai 16 unit. Setiap unitnya memiliki luas 200 – 300 meter persegi dan dipatok seharga mulai 575.000 dollar AS atau setara Rp 5 miliar.

“Besok baru mau luncurkan. Kami yakin akan sold out dalam waktu tiga bulan,” kata Wisnu.

Royal Kamuela dilengkapi dengan beberapa fasilitas, mulai dapur mini pribadi, kolam renang pribadi, meja makan, dan koneksi internet. Kondotel tersebut terletak di kawasan Ceking, Ubud, Bali. Lokasinya berjarak 15 menit dari pusat Ubud, atau 20 menit dari Tampak Siring, dan 55 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai.

Rencananya, pembangunan Royal Kamuela akan dimulai pada Maret 2015 dan diperkirakan selesai 18 bulan atau 1,5 tahun kemudian. Nilai investasi Royal Kamuela adalah sebesar Rp 110 miliar. Untuk mengembangkan proyek ini, Majestic menggandeng Archipelago International.

“Kondotel ini setara dengan hotel bertaraf di atas bintang 5, atau 5 stars diamond,” kata John Flood President and CEO Archipelago International.

Seperti diberitakan sebelumnya di Kompas.com, tren harga kondotel di Bali terus meningkat seiring kenaikan harga tanah. Per Juni 2014, lonjakan harga sebesar 25,3 persen menjadi rerata Rp 37 juta per meter persegi.

Menurut riset Cushman and Wakefield Indonesia, lonjakan harga tersebut lebih besar ketimbang kenaikan rerata selama tiga tahun terakhir yang tercatat sebesar 12,4 persen.

properti.kompas.com