Menteri PU-Pera Minta Masukan REI

Big Banner

Housing-Estate.com, Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Basuki Hadimoeljono meminta asosiasi pengembang Realestat Indonesia (REI) memberi masukan kepada pemerintah terkait pembangunan permukiman. Masukan ini diperlukan untuk mewujudkan visi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meningkatkan kesejahteraan dan produktifitas masyarakat .

Menteri Perkerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono membuka Rakernas REI yang berlangsung selama dua hari (19-20 November 2014) di Hotel Borobudur, Jakarta.

Menteri Perkerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono membuka Rakernas REI yang berlangsung selama dua hari (19-20 November 2014) di Hotel Borobudur, Jakarta.

“Hal ini tidak mungkin tercapai tanpa adanya permukiman yang baik bagi masyarakat,” ujar Basuki dalam sambutan pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) REI di Jakarta, Rabu (19/11).

Masukan tersebut sangat diharapkan mengingat besok, Kamis (20/11), Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) akan memberikan arahan mengenai pembangunan perumahan. Basuki berjanji masukan dari REI itu akan disampaikan langsung ke Wapres. Misalnya tentang hambatan yang dihadapi pengembang dalam pembangunan perumahan. Menurut Basuki, penggabungan Kementrian Perumahan Rakyat dengan Kementrian PU ke dalam satu kementrian seharusnya membuat sektor perumahan bertambah baik.

Rakernas REI 2014 yang berlangsung di Jakarta pada 19-20 November 2014 diikuti 34 DPD REI dari seluruh Indonesia. Menurut Ketua Umum DPP REI Eddy Hussy, ada beberapa permasalahan yang masih menjadi kendala dalam pembangunan perumahan. Misalnya lama dan mahalnya biaya perizinan, kepastian hukum atas tanah, masalah ketersediaan lahan dan infrastruktur, pembiayaan, kebijakan pembangunan rumah susun, dan hunian berimbang.

Editor: H. Prasojo

housing.estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me