Asia Pimpin Pertumbuhan Penjualan Barang Mewah Dunia

Big Banner

KOMPAS.com – Asia menguasai pertumbuhan penjualan barang mewah dunia. Hal ini dipicu oleh meningkatnya kepercayaan diri konsumen sebesar 52 persen pasca krisis ekonomi global 2008.

Demikian hasil riset Colliers International yang disampaikan melalui surat elektronik kepada Kompas.com, Rabu (19/11/2014).

Mengutip survei Nielsen mengenai Global Consumer Confidence 2014, Colliers berpendapat meningkatnya kepercayaan diri konsumen menjadi faktor utama penjualan barang mewah dunia di beberapa pasar kelas atas, khususnya di kota-kota utama Asia.

“Sementara faktor lainnya adalah pertumbuhan pendapatan masyarakat yang berpenghasilan tinggi, sehingga mendorong peningkatan daya beli,” ujar National Director Retail Services Colliers International Amerika Serikat, Anjee Solanki.

Analisa Colliers mengenai pasar ruang ritel dunia tersebut juga menunjukkan optimisme dan perkembangan stabil di berbagai sektor meskipun terdapat kewaspadaan yang dipicu ancaman  pertumbuhan ekonomi global dan bayang-bayang ecommerce.

“Barang mewah, secara khusus, merupakan pemicu utama dari ekspansi yang kita lihat saat ini, dan bahkan justru terjadi di wilayah Eropa dan Asia dengan pertumbuhan pendapatan per kapita dan daya beli konsumen yang lemah,” tambah Solanki.

Apartemen supermewah

Di Jakarta sendiri, barang mewah yang laris manis terserap pasar, tidak hanya barang bergerak seperti mobil, pakaian, aksesoris, atau surat berharga, melainkan juga barang tidak bergerak macam apartemen, dan rumah tapak.

Salah satu apartemen supermewah yang disambut antusias kelangan jetset Jakarta adalah Raffles Residences di dalam area pengembangan Ciputra World 1 Jakarta. Tak main-main, harga per unit apartemen dengan ukuran terkecil 400 meter persegi tersebut senilai Rp 33 miliar atau Rp 82,5 juta per unit.

Larisnya apartemen supermewah tersebut, menurut CEO Ciputra Group, Candra Ciputra, justru menggambarkan bahwa pasarnya ada dan terus tumbuh.

“Peminat Raffles Residences sangat banyak. Saat ini saja sudah terokupasi 80 persen dari total 88 unit yang kami tawarkan. Padahal, harganya terus tumbuh. Kami akan menaikkan harga tersebut pada awal Januari 2015 mendatang dengan kisaran kenaikan 5 persen hingga 8 persen,” tegas Candra.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda berpendapat, mudahnya kalangan superkaya Indonesia membeli barang supermewah seperti Raffles Residences, Casa Domaine, atau pun Anandamaya Residences karena harganya masih paling rendah harganya jika dibandingkan dengan apartemen setara di Bangkok, Kuala Lumpur, Mumbai, dan Tokyo.

“Padahal, pasarnya terus meningkat dan menjadi tuntutan kebutuhan karena menawarkan prestise, praktis, modernitas, gaya hidup dan kebanggaan. Harga apartemen supermewah punya potensi meningkat lebih tinggi karena pasokannya kurang dan pasar di segmen ini akan terus ada, bahkan terus meningkat,” imbuh Ali.

properti.kompas.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me